CIMB Niaga Dukung Hilirisasi Nikel Nasional, Berpartisipasi dalam SLL Vale Indonesia
Nolpitos Hendri June 09, 2026 11:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - PT Bank CIMB Niaga Tbk turut ambil bagian dalam fasilitas pembiayaan berkelanjutan atau Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai US$750 juta kepada PT Vale Indonesia Tbk.

Pembiayaan sindikasi yang melibatkan 17 bank tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan industri nikel berkelanjutan serta memperkuat hilirisasi mineral strategis di Indonesia.

Pembiayaan tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan energi bersih.

Nikel yang dihasilkan Vale Indonesia merupakan salah satu komponen utama dalam pembuatan baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi.

Head of Corporate, Investment Banking Coverage & Loan Syndication CIMB Niaga, Miranty Supardi, mengatakan keterlibatan CIMB Niaga dalam pembiayaan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pembiayaan hijau.

Menurutnya, fasilitas sustainability-linked loan menghubungkan pembiayaan dengan pencapaian indikator keberlanjutan tertentu sehingga mendorong penerapan praktik operasional yang lebih ramah lingkungan.

Miranty menjelaskan, Vale Indonesia dinilai telah menerapkan berbagai praktik keberlanjutan dalam operasionalnya, termasuk pemanfaatan energi terbarukan dari pembangkit listrik tenaga air atau hydropower untuk menghasilkan nikel dengan emisi yang lebih rendah.

Selain itu, perusahaan juga memiliki rencana pengembangan energi terbarukan dan elektrifikasi untuk menurunkan intensitas emisi pada masa mendatang.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan komitmen CIMB Group yang menargetkan pencapaian emisi nol bersih atau net zero emission pada tahun 2050.

Lebih lanjut, CIMB Niaga memandang sektor mineral kritis sebagai salah satu sektor strategis yang akan berperan penting dalam mendukung transisi energi global.

Karena itu, perusahaan terus memperluas portofolio pembiayaan pada sektor-sektor yang mendukung pengembangan ekonomi hijau.

Melalui partisipasi dalam pembiayaan ini, CIMB Niaga berharap dapat berkontribusi pada pertumbuhan industri yang berkelanjutan sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat hilirisasi nikel, transisi energi, dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Tentang Hilirisasi Nikel

Hilirisasi nikel adalah kebijakan dan proses pengolahan bahan mentah nikel di dalam negeri agar memiliki nilai tambah lebih tinggi, sebelum dijual atau diolah lebih lanjut, alih-alih mengekspornya dalam bentuk bahan mentah yang harganya murah.

Berikut penjelasan lengkap mulai dari latar belakang, proses, manfaat, hingga tantangannya : 

1. Latar Belakang

Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia (sekitar 21 juta ton atau sekitar 30 persen cadangan dunia).

Sebelumnya, Indonesia banyak mengekspor bijih nikel mentah ke luar negeri, terutama ke Tiongkok, dengan harga yang sangat rendah dan keuntungan yang didapat negara sangat sedikit.

Padahal, nikel adalah bahan baku utama pembuatan baterai kendaraan listrik, baja tahan karat (stainless steel), dan produk teknologi tinggi lainnya.

Oleh karena itu, pemerintah menerapkan kebijakan pelarangan ekspor bijih nikel mentah sejak tahun 2020, mewajibkan semua nikel yang ditambang di Indonesia diolah terlebih dahulu di dalam negeri.

2. Tahapan Proses Hilirisasi

Proses ini dibagi menjadi beberapa tahap pengolahan untuk menghasilkan produk dengan nilai jual semakin tinggi : 

a. Tahap Awal (Pengolahan Bijih):Bijih nikel dari tambang diolah menjadi produk antara, yaitu : 

- FeNi (Ferro Nikel): Digunakan untuk bahan baku pembuatan baja tahan karat.

- NPI (Nickel Pig Iron): Bahan baku alternatif baja tahan karat.

- MHP / MSP: Produk hasil pengolahan lanjut yang merupakan bahan dasar untuk baterai kendaraan listrik.

b. Tahap Menengah (Pengolahan Menjadi Bahan Baku Baterai) : 

Ini adalah tahap pengolahan yang lebih canggih. Nikel diubah menjadi bentuk kimia murni seperti Sulfat Nikel atau Hidroksida Nikel.

Bahan ini adalah komponen utama pembuatan katoda baterai kendaraan listrik dan penyimpanan energi.

c. Tahap Lanjut (Industri Hilir Terakhir):Tahap paling akhir dan bernilai paling tinggi, yaitu pembuatan : 

- Katoda dan bahan aktif baterai.

- Sel baterai dan paket baterai.

- Kendaraan listrik itu sendiri.

3. Tujuan dan Manfaat Hilirisasi

a. Menambah Nilai Ekonomi: Nikel mentah bernilai sangat rendah, setelah diolah menjadi bahan baku baterai nilainya bisa puluhan kali lipat lebih tinggi.

b. Mengurangi Ketergantungan Ekspor Bahan Mentah: Agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku bagi negara industri lain.

c. Menciptakan Lapangan Kerja: Dari pertambangan, pengolahan, hingga industri pendukung, membuka jutaan kesempatan kerja baru.

d. Transfer Teknologi: Mendatangkan teknologi tinggi dari negara mitra untuk dipelajari dan dikembangkan di dalam negeri.

e. Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik: Menjadikan Indonesia bukan hanya penghasil nikel, tapi juga pusat produksi baterai dan kendaraan listrik dunia.

4. Tantangan dan Isu yang Ada

a. Masalah Lingkungan: Proses pengolahan nikel membutuhkan energi besar dan berpotensi menghasilkan limbah berbahaya jika tidak dikelola dengan benar.

b. Teknologi: Sebagian teknologi pengolahan tingkat lanjut masih dikuasai investor asing, sehingga Indonesia masih berusaha menguasai teknologi tersebut sepenuhnya.

c. Perselisihan Dagang: Kebijakan pelarangan ekspor sempat dipermasalahkan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), namun Indonesia memenangkan gugatan tersebut.

d. Infrastruktur: Membutuhkan pembangunan pembangkit listrik, jalan, dan pelabuhan yang memadai untuk menunjang pabrik pengolahan.

5. Dampak Saat Ini

Hilirisasi nikel telah mengubah posisi Indonesia dari sekadar pengekspor bijih mentah menjadi negara yang memiliki rantai pasokan industri nikel terintegrasi terbesar di dunia.

Saat ini, Indonesia sudah menjadi penghasil utama bahan baku nikel untuk industri baja dan baterai kendaraan listrik global.

Tentang Kendaraan Listrik

Kendaraan listrik adalah kendaraan yang digerakkan seluruhnya atau sebagian menggunakan motor listrik, dengan energi yang disimpan dalam baterai atau dihasilkan dari sumber listrik lain, bukan hanya mengandalkan mesin pembakaran dan bahan bakar fosil.

Kendaraan ini dikenal lebih ramah lingkungan, hemat energi, beroperasi senyap, dan memiliki efisiensi tenaga lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional.

Berikut adalah jenis-jenis kendaraan listrik yang paling umum:

1. BEV – Battery Electric Vehicle

- Kendaraan Listrik Baterai Murni

- Sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik, tidak ada mesin bensin/diesel sama sekali.

- Energi disimpan di dalam baterai isi ulang, harus diisi dari sumber listrik luar (rumah, stasiun pengisian).

Keunggulannya nol emisi, sangat efisien, perawatan mudah, suara senyap.

Contoh: Tesla, Nissan Leaf, Hyundai Ioniq, Wuling Air EV.

2. HEV – Hybrid Electric Vehicle

- Kendaraan Hibrida Konvensional

- Memiliki mesin bensin + motor listrik; kedua sumber tenaga bekerja sama.

- Baterai terisi otomatis saat berkendara, pengereman, atau dari mesin bensin — tidak bisa diisi dari luar.

Keunggulannya lebih hemat bahan bakar dari kendaraan biasa, tidak perlu stasiun pengisian listrik.

Contoh: Toyota Prius, Honda Hybrid, Lexus Hybrid.

3. PHEV – Plug-in Hybrid Electric Vehicle

- Kendaraan Hibrida Bisa Diisi Daya

- Sama seperti HEV: ada mesin bensin + motor listrik, tetapi bisa diisi daya dari sumber listrik luar.

Bisa berjalan murni dengan listrik untuk jarak pendek (biasanya 40–80 km), lalu beralih ke bensin jika baterai habis.

- Keunggulan: Fleksibel — cocok untuk kota dengan jarak dekat, dan tetap bisa dipakai perjalanan jauh.

Contoh: Mitsubishi Outlander PHEV, Volvo XC60 Recharge, BMW 330e.

4. FCEV – Fuel Cell Electric Vehicle

- Kendaraan Listrik Sel Bahan Bakar Hidrogen

- Motor listriknya mendapatkan energi dari reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen, menghasilkan listrik dan uap air saja.

- Tidak perlu isi daya lama, cukup isi bahan bakar hidrogen (mirip mengisi bensin).

Keunggulannya, jarak tempuh jauh, isi ulang cepat, emisi hanya uap air.

Kekurangannya, infrastruktur pengisian hidrogen masih sangat terbatas.

Contoh: Toyota Mirai, Hyundai Nexo.

5. Jenis Berdasarkan Bentuk / Penggunaan

Selain teknologi penggerak, kendaraan listrik juga dibagi berdasarkan jenis kendaraannya : 

- Sepeda motor listrik:

Contoh: Gesits, Viar, Yadea.

- Bus listrik: Digunakan untuk transportasi umum kota.

- Truk listrik: Untuk pengangkutan barang.

- Kereta api listrik, trem, dan kendaraan rel

- Kendaraan kecil: Skuter listrik, sepeda listrik, kereta golf.

( Tribunpekanbaru.com / Alexander )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.