Dugaan Kekerasan Anak oleh Ibu Kandung di Banjarbaru, Nur Lihat Luka Bakar di Tubuh Keponakan
Hari Widodo June 10, 2026 10:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Kasus dugaan kekerasan terhadap anak hingga meninggal dunia di Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan masih menyisakan rasa duka mendalam dan sedih bagi keluarga anak.

Terlebih, kematian Najwa, anak berusia tiga tahun itu diduga akibat dari kekerasan yang dilakukan ibu kandungnya sendiri berinisial S yang kini telah diamankankan kepolisian Polsek Lianganggang, Polres Banjarbaru.

Dalam penuturannya, Nur Hikmah, keluarga korban mengendus kejanggalan kematian keponakannya sebelum pemakaman dilakukan pada Rabu (3/6) lalu.

Kondisi korban saat meninggal disebutnya tidak wajar. Pada tubuh korban terdapat luka bakar dan luka-luka di area kepala, termasuk luka robek di bagian dahi dan pelipis mata, serta hidung keluar darah.

Baca juga: Dugaan Kekerasan Terhadap Balita di Landasan Ulin Banjarbaru, Polisi Amankan Ibu Kandung Korban

Nur juga sempat menanyakan kepada terduga pelaku terkait luka bakar pada tubuh korban, saat itu ia berdalih dengan menjawab bahwa korban tersiram air panas secara tidak sengaja dengan ekspresi seperti tidak bersalah.

“Yang ulun lihat seperti dasar di siram anak nih, kayak penuh siksaan menurut ulun, disitu ulun mengetahui kematiaanya ada yang janggal,” ujarnya.

Melihat sejumlah kejanggalan tersebut, Nur Hikmah kemudian membuat laporan resmi ke polisi sehari setelah pemakaman tepatnya pada Kamis (4/6)

“Kami sekeluarga merasa ada yang janggal dan tidak wajar dengan kematian anak ini,” ujarnya.

Petugas bertindak cepat dengan melakukan pembongkaran kembali makam korban yang terletak di Alkah Baiturrahman Jalan A Yani Km 23 Landasan Ulin Tengah, Banjarbaru pada Selasa (9/6). Polisi juga mengamankan terduga pelaku yang merupakan ibu kandung korban.

Kasus ini melibatkan dua Tempat Kejadian Perkara (TKP). TKP pertama berada di Gang A.Syukur, tempat terjadinya penyiraman air panas. TKP kedua berada di sebuah kos-kosan di Jalan Kasturi 2, tempat korban akhirnya meninggal dunia.

Lanjut Nur Hikmah, ibu korban diduga mencoba menutupi kematian anaknya dengan berniat menguburkannya sendiri secara diam-diam tanpa memasang bendera kematian ataupun menghubungi pihak keluarga.

“Memang kayak ditutupi kan kemarin tuh meninggal. Sampai bendera aja enggak ada. Bendera kematian tuh enggak ada,” katanya.

Baca juga: Berawal dari Game Online, Remaja Putri di Kalsel Jadi Korban Kekerasan Gender Berbasis Online

Atas kejadian ini, pihak keluarga menuntut keadilan sepenuhnya dan berharap pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku.

Terpisah, Kapolsek Lianganggang, Kompol Heru Setiawan, mengatakan pembongkaran kuburan korban dilakukan bersama Tim Forensi dari Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.

Lanjut Heru, ekshaminasi yang dilakukan oleh tim forensik ini akan menjadi bukti pendukung dalam proses penanganan kasus ini. Polisi juga tengah melakukan pendalaman salah satunya untuk mengetahui motif kasus dugaan kekerasan ini.

Berikut wawancara ekslusif dengan tante korban di program Saksi Kata : 

(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.