TRIBUNWOW.COM - Inilah profil Kuching City FC, klub asal Malaysia yang diproyeksikan menjadi lawan menarik bagi Borneo FC pada ajang ASEAN Club Championship 2026/2027.
Kuching City FC tergabung di Grup A bersama Borneo FC berdasarkan hasil undian ASEAN Club Championship 2026/2027 yang digelar pada Jumat (5/6/2026).
Grup A juga dihuni Buriram United, Ratchaburi FC, Tampines Rovers, dan pemenang babak play-off.
Klub yang berasal dari Kota Kuching, Sarawak, Malaysia itu bermarkas di Sarawak State Stadium yang mampu menampung sekitar 26.000 penonton.
Stadion tersebut menjadi markas mereka dalam mengarungi kompetisi domestik maupun regional.
Baca juga: Profil Tampines Rovers FC: Calon Lawan Borneo FC di ASEAN Club Championship 2026/2027
Klub ini didirikan pada 2015 dengan nama Kuching FA untuk mengikuti Liga Bolasepak Rakyat Malaysia.
Pada musim perdananya, mereka langsung berhasil meraih gelar juara kompetisi tersebut.
Setelah menjuarai Liga Bolasepak Rakyat 2015/2016, klub ini melanjutkan perjalanan di kompetisi tingkat ketiga Malaysia melalui Piala FAM.
Saat format liga direstrukturisasi menjadi Liga M3 pada 2019, mereka berhasil tampil kompetitif dengan finis sebagai runner-up.
Baca juga: Profil Buriram United: Momok Borneo FC di Ajang ASEAN Club Championship 2026
Hasil tersebut mengantarkan mereka memenangi play-off promosi dan naik ke Liga Premier Malaysia mulai musim 2020.
Kuching menuju Malaysia Premier League sebagai bagian dari proses perkembangan klub.
Transformasi besar terjadi pada 2020 saat klub berganti identitas menjadi Kuching City FC.
Pergantian nama tersebut menjadi awal dari proyek profesional yang membawa mereka berkembang hingga mampu bersaing di kasta tertinggi sepak bola Malaysia.
Dalam beberapa musim terakhir, performa Kuching City menunjukkan peningkatan signifikan.
Mereka mampu bersaing di papan atas Malaysia Super League dan bahkan menempati posisi kedua klasemen pada musim 2025/2026.
Prestasi tersebut mengantarkan mereka tampil di ASEAN Club Championship 2026/2027.
Menurut Transfermarkt, total nilai pasar skuad Kuching City FC berada di angka 4,2 juta euro, menjadikannya satu diantara klub dengan valuasi cukup tinggi di Liga Super Malaysia.
Angka tersebut menunjukkan perkembangan pesat klub yang baru berdiri satu dekade lalu.
Kekuatan utama Kuching City terletak pada perpaduan pemain lokal Malaysia dan sejumlah pemain asing berpengalaman yang membuat mereka mampu bersaing dengan tim-tim besar di kompetisi domestik.
Menjelang pertemuan dengan Borneo FC, Kuching City FC datang dengan modal positif setelah menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa musim terakhir dan berhasil menembus jajaran elite sepak bola Malaysia.
Posisi sebagai runner-up Malaysia Super League musim 2025/2026 menunjukkan bahwa Kuching City layak diperhitungkan sebagai kekuatan baru di kompetisi tersebut.
Bagi Borneo FC, menghadapi wakil Malaysia itu tentu bukan tugas yang mudah.
Selain sama-sama berasal dari Pulau Kalimantan , Borneo, pertandingan ini juga berpotensi menghadirkan nuansa rivalitas regional karena mempertemukan dua klub dari pulau yang sama yang mewakili negara berbeda.
Didukung perkembangan klub yang pesat, nilai pasar skuad yang kompetitif, serta performa konsisten di Malaysia Super League, Kuching City FC berpotensi menjadi lawan tangguh bagi Borneo FC dalam persaingan memperebutkan tiket ke fase gugur ASEAN Club Championship 2026/2027.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari STMIK Amikom Surakarta/Astiwi)