WARTAKOTALIVE.COM - Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) Menteng, Jakarta Pusat digeruduk massa pada Rabu (10/6/2026).
Massa menggeruduk Kantor BGN pada Rabu siang membawa panci hingga sutil.
Dari pamflet yang tersebar di media sosial, aksi unjuk rasa itu bebas diikuti masyarakat manapun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua kelompok mahasiswa akan menggelar demonstrasi secara bersamaan mulai pukul 13.00 WIB.
Aksi pertama akan berlangsung di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.
Massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Hukum Indonesia dijadwalkan menyampaikan aspirasi mereka di lokasi tersebut.
Dimuat Tribun Jakarta untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan kelancaran lalu lintas, aparat kepolisian menyiagakan ratusan personel gabungan.
Baca juga: Warga Kaltim Akan Kembali Gelar Unjuk Rasa Besar Hingga Rudy Masud Dimakzulkan
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri membenarkan adanya agenda unjuk rasa tersebut.
"Pukul 13.00 WIB ada unjuk rasa dari Gerakan Mahasiswa Hukum Indonesia," ujar Erlyn dikutip dari Kompas.com, Rabu (10/6/2026).
Pada waktu yang sama, kelompok mahasiswa lainnya juga akan menggelar demonstrasi di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.
Aksi itu akan dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Intelektual Muda Nusantara.
Dari poster yang tersebar di media sosial aksi itu dinamakan "Aksi Geruduk BGN, Kami Sudah Muak dengan MBG".
Massa aksi dipersilakan membawa peralatan masak saat unjuk rasa.
Menghadapi dua aksi unjuk rasa tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 214 personel gabungan untuk melakukan pengamanan.
Petugas akan ditempatkan di sekitar lokasi aksi guna memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan tertib dan tidak mengganggu keamanan masyarakat.
Selain pengamanan, polisi juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi kepadatan lalu lintas yang bisa terjadi di sekitar lokasi demonstrasi.
Karena itu, warga yang akan melintas di kawasan Gambir maupun Kebon Sirih diimbau menyiapkan rute alternatif.
"Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berlangsung," kata Erlyn.
(Wartakotalive.com/DES/TribunJakarta)