Pramono Isyaratkan Tarif Transjabodetabek Naik, Subsidi Tetap Jalan
Dian Anditya Mutiara June 10, 2026 01:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengisyaratkan adanya penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek dalam waktu dekat.

Meski demikian, ia memastikan subsidi transportasi publik tetap diberikan agar tarif tetap terjangkau bagi masyarakat.

"Untuk Transjabodetabek, terus terang segera kami putuskan. Tapi saya ingin meluruskan, jangan sampai ada anggapan tidak disubsidi. Tidak mungkin tidak disubsidi. Pasti tetap akan disubsidi," kata Pramono di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Menurut Pramono, salah satu layanan yang saat ini menjadi perhatian adalah rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta yang masih menerapkan tarif Rp3.500.

Ia menilai tarif tersebut terlalu rendah jika dibandingkan dengan moda transportasi lain yang melayani tujuan serupa.

Baca juga: Gercep, Awak Bus Transjakarta Evakuasi Penumpang Sakit ke RS Harapan Bunda

"Sekarang tarifnya Rp3.500, koper juga bisa naik ke bus. Bahkan dibandingkan dengan Damri yang paling murah Rp80.000, sementara taksi rata-rata Rp200.000," ujarnya.

Pramono mengatakan tarif saat ini belum sepenuhnya mencerminkan biaya operasional layanan.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta tengah mengkaji penyesuaian tarif tanpa menghapus subsidi yang selama ini diberikan kepada pengguna transportasi umum.

"Kalau kemudian Rp3.500, untuk parkir di Soekarno-Hatta saja tidak cukup. Maka yang begitulah akan ada penyesuaian," katanya.

Selain faktor tarif, besarnya subsidi transportasi publik juga dipengaruhi oleh biaya pemeliharaan halte-halte yang berada di luar wilayah administrasi Jakarta namun tetap dirawat oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Memang sekarang ini kenapa subsidinya juga menjadi besar. Hampir semua halte yang bukan di wilayah Jakarta pun kita yang merawat. Itulah yang menjadi penyebab kemudian kenapa akan ada penyesuaian," tuturnya.

Baca juga: Pramono Sesuaikan Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara, Ini Alasannya

Meski ada rencana penyesuaian tarif, Pramono menegaskan kebijakan tersebut tidak boleh membuat masyarakat kembali beralih menggunakan kendaraan pribadi.

"Tetapi prinsipnya pasti saya mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh agar tidak membuat orang kemudian beralih kepada kendaraan pribadi kembali," tegasnya.

Ia menilai penggunaan transportasi umum perlu terus didorong mengingat tingkat konektivitas antarmoda di Jakarta sudah mencapai sekitar 93 persen.

Namun, tingkat penggunaan transportasi publik masih berada di bawah 30 persen.

"Konektivitas kita sekarang sudah 93 persen. Tapi orang yang terus-menerus menggunakan transportasi umum baru di bawah 30 persen," ujarnya.

Untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik, Pemprov DKI Jakarta berencana menambah armada dan memperluas layanan transportasi umum yang sudah terintegrasi.

Pramono juga menegaskan program transportasi gratis bagi 15 kelompok masyarakat tetap berjalan, termasuk untuk pelajar, lanjut usia (lansia), aparatur sipil negara (ASN), serta anggota TNI dan Polri.

"Kelima belas golongan itu tetap kita gratiskan. Sehingga hal yang berkaitan dengan transportasi umum di Jakarta sudah sangat baik," katanya.

Saat ini masyarakat memiliki berbagai pilihan moda transportasi yang terintegrasi, mulai dari Transjakarta, Transjabodetabek, MRT Jakarta, LRT Jakarta, Mikrotrans, hingga JakLingko. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.