SURYA.CO.ID BANYUWANGI - Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Seorang jamaah haji asal Kabupaten Banyuwangi, Kusnudin (85), meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Makkah, Arab Saudi.
Jamaah asal Desa Setail, Kecamatan Genteng itu mengembuskan napas terakhir pada 9 Juni 2026 pukul 01.18 waktu Arab Saudi. Dengan wafatnya Kusnudin, jumlah jamaah haji asal Banyuwangi yang meninggal selama musim haji tahun 2026 bertambah menjadi lima orang.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengatakan Kusnudin sempat menjalani perawatan di King Faisal Hospital setelah mengalami gangguan kesehatan pasca Armuzna.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan saturasi oksigen rendah dan tekanan darah yang menurun sehingga pasien dirujuk ke King Faisal Hospital untuk mendapatkan penanganan lanjutan," kata Amir Hidayat, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: Kepulangan Jamaah Haji Lamongan Disambut Haru, Soto Ayam Jadi Menu Paling Dirindukan
Berdasarkan laporan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), Kusnudin mulai mengalami sesak napas, batuk, serta penurunan nafsu makan dan minum setelah menjalani rangkaian ibadah Armuzna.
Selama menjalani perawatan, ia mendapatkan terapi oksigen, antibiotik, cairan infus, hingga penanganan intensif di ruang ICU.
Namun kondisi kesehatannya terus memburuk akibat komplikasi gangguan paru dan infeksi berat hingga akhirnya meninggal dunia.
Amir menjelaskan, berdasarkan diagnosis medis, penyebab kematian Kusnudin adalah ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome), Shock Septik, dan Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD).
Baca juga: Duka dari Tanah Suci, Lagi Jamaah Haji Jombang Wafat di Makkah, Jadi Tiga Orang Meninggal
"Kondisi tersebut menunjukkan adanya gagal napas berat yang diperberat infeksi sistemik sehingga menyebabkan kegagalan fungsi organ tubuh," katanya.
Menurut Amir, jamaah lanjut usia dan kelompok risiko tinggi masih menjadi kategori yang paling rentan mengalami komplikasi kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji, terutama setelah menjalani rangkaian Armuzna yang membutuhkan aktivitas fisik tinggi di tengah suhu ekstrem.
Hingga 9 Juni 2026, dari total 1.317 jamaah haji Banyuwangi yang tergabung dalam Kloter 82 hingga 85, tercatat sebanyak 401 orang atau sekitar 30,4 persen masuk kategori risiko tinggi.
Mereka saat ini terus mendapatkan pemantauan kesehatan secara intensif oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia.
Dengan bertambahnya Kusnudin, total lima jamaah haji asal Banyuwangi yang meninggal dunia di Tanah Suci yakni Patonah binti Mat Yasir (71 tahun), H. Bilal bin Sangidun (85 tahun), H. Soejadi bin Mertokadiyo (85 tahun), Syuwandi bin Saji (78 tahun), dan Kusnudin bin Saikun (85 tahun).
"Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan para jamaah yang masih berada di Tanah Suci agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menyempurnakan ibadah hajinya," kata Amir.