Kelas Ibu Hamil dan Integrasi Data Perkuat Upaya Pencegahan Stunting di Desa Ladang Peris
Suci Rahayu PK June 10, 2026 02:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, Batang Hari, 8 Juni 2026 – Berbagai upaya percepatan penurunan stunting terus diperkuat di Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari, Jambi.

Penguatan edukasi bagi keluarga melalui Kelas Ibu Hamil serta pemanfaatan sistem integrasi data stunting menjadi sejumlah praktik yang dijalankan untuk mendukung pencegahan dan penanganan stunting secara lebih efektif di tingkat desa.

Praktik-praktik tersebut ditinjau langsung dalam kunjungan lapangan yang dihadiri perwakilan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan mitra pembangunan.

Kunjungan dilakukan untuk melihat implementasi berbagai program yang telah berjalan sekaligus menghimpun masukan dari para pelaksana di lapangan.

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan Kelas Ibu Hamil di Posyandu Melati 2. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga mengenai kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.

Penyuluhan berlangsung aktif dengan melibatkan ibu hamil, kader kesehatan, bidan desa, serta tenaga kesehatan setempat. Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada kesehatan selama kehamilan, tetapi juga pola asuh, pemenuhan gizi, dan langkah-langkah pencegahan risiko stunting pada anak.

Baca juga: Kemendikdasmen, Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF Kolaborasi Tingkatkan Literasi

Baca juga: Mandi di Sungai, Bocah 8 Tahun di Sarolangun Jambi Dilaporkan Hanyut Kemarin Sore

Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, mengapresiasi kolaborasi yang telah terbangun antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan berbagai pihak dalam mendukung percepatan penurunan stunting.

"Kelas ibu hamil merupakan salah satu intervensi penting untuk memastikan anak mendapatkan awal kehidupan yang sehat sejak dalam kandungan. Kolaborasi yang kuat di tingkat desa menjadi kunci agar berbagai upaya pencegahan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan," ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari, tim Puskesmas Bajubang, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), bidan desa, serta kader kesehatan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain meninjau kegiatan edukasi kesehatan, rombongan juga mengunjungi Sekretariat Pusat Operasional Penurunan Stunting (POPS) Desa Ladang Peris. 

POPS merupakan inovasi yang dikembangkan untuk mendukung integrasi data stunting di tingkat desa sehingga proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi program dapat dilakukan secara lebih terarah dan berbasis data.

Dalam diskusi bersama pemerintah desa, pendamping desa, dan operator aplikasi, berbagai praktik baik serta pengalaman penggunaan POPS dihimpun sebagai bahan penyempurnaan sistem. Sejumlah masukan juga disampaikan untuk meningkatkan kemudahan penggunaan aplikasi, kualitas data, serta efektivitas pemanfaatannya dalam mendukung pengambilan keputusan.

Pemerintah Desa Ladang Peris menilai pemanfaatan POPS membantu integrasi data lintas sektor, pemetaan keluarga berisiko stunting, serta penyusunan program pembangunan desa yang lebih tepat sasaran. Sistem tersebut juga dinilai mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan data pembangunan desa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari, Ali Cab, mengapresiasi berbagai bentuk kolaborasi yang telah terjalin dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting di daerah tersebut. 

Menurutnya, dukungan dari berbagai mitra, termasuk Tanoto Foundation, turut memperkuat kapasitas pelaksana program di lapangan serta mendorong lahirnya inovasi yang mendukung pelayanan kepada masyarakat.

"Penanganan stunting membutuhkan kerja bersama dari berbagai pihak. Sinergi yang terbangun selama ini telah membantu memperkuat kapasitas sumber daya manusia, mendorong lahirnya berbagai inovasi, serta meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Kami berharap kolaborasi yang baik ini dapat terus berlanjut untuk mendukung lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas," ujarnya.

Menurutnya, praktik-praktik yang telah berkembang di Desa Ladang Peris menunjukkan bahwa penguatan edukasi masyarakat dan pemanfaatan data dapat menjadi fondasi penting dalam mendukung program percepatan penurunan stunting yang efektif dan berkelanjutan.

Berbagai upaya yang telah dijalankan di desa tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi wilayah lain dalam mengembangkan strategi pencegahan dan penanganan stunting yang lebih terukur, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat. (adv)

 

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: Perkuat Peran Dosen PA, UPA BK UNJA Gelar Workshop Pembimbingan Akademik Suportif

Baca juga: KPK Dalami Fakta Persidangan Terkait Titipan Barang Raffi Ahmad dari Amerika Serikat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.