KM Bukit Siguntang Masih Docking, Ditargetkan Selesai 14 Juni, Saat Ini Penumpang Kapal Pelni Penuh
Junisah June 10, 2026 02:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Hingga kini kapal penumpang KM Bukit Siguntang masih menjalani docking tahunan di Jakarta dan ditargetkan selesai pada 14 Juni 2026 mendatang, jika tidak mengalami kendala selama proses perawatan.

"Kalau tidak ada masalah di 14 Juni 2026 selesai docking di Jakarta dan kapal akan kembali ke Makassar untuk menjalankan trayek," ucap Kepala Kantor Cabang PT Pelni Tarakan, Ferdy Ronny Masengi.

Ferdy Ronny Masengi mengungkapkan proses docking KM Bukit Siguntang dijadwalkan berlangsung selama 20 hari kerja. Namun penyelesaian pekerjaan juga bergantung pada berbagai faktor teknis selama kapal berada di galangan.

"Kalau KM Bukit Siguntang sesuai penjadwalan docking itu 20 hari kerja. Cuma kan kadang-kadang kita lihat terkait kesiapan alat-alat penunjang yang dipakai untuk itu kan dengan kondisi saat ini juga itu yang menjadi pertimbangan," katanya.

Baca juga: Jadwal KM Lambelu Nunukan Parepare Juni 2026 Lengkap Diskon Tiket 30 Persen

Ia mengatakan,  apabila proses docking berjalan sesuai jadwal, KM Bukit Siguntang diperkirakan mulai kembali beroperasi pada minggu kedua atau minggu ketiga Juni 2026.

"Kami berharap mudah-mudahan kalau KM Bukit Siguntang ini bisa selesai sesuai, maka di minggu kedua atau minggu ketiga dia akan beroperasi," ujar Ferdy Ronny Masengi.

Meski demikian, PT Pelni optimistis proses perawatan dapat selesai tepat waktu sehingga kapal dapat segera kembali melayani masyarakat.

"Tapi kami yakin mudah-mudahan kapal bisa cepat selesai dock biar cepat kembali beroperasi," ujarnya.

Kembalinya KM Bukit Siguntang dinilai sangat penting mengingat tingginya permintaan tiket kapal laut dalam beberapa waktu terakhir. Selama kapal tersebut menjalani docking, seluruh layanan penumpang praktis hanya ditopang KM Lambelu.

Ferdy menjelaskan kondisi tersebut berdampak pada tingginya tingkat keterisian penumpang, terutama menjelang masa libur sekolah dan meningkatnya mobilitas masyarakat.

"Memang benar, karena kalau dalam trayek operasional secara normal ini kan harusnya dua kapal. Ternyata yang jalan saat ini bertepatan dengan kapal juga masuk periode harus docking tahunan," katanya.

Baca juga: Sampai Kapan KM Bukit Siguntang dan KM Lambelu Docking? Ini Bocoran Terbaru Kepala Pelni Nunukan

Akibatnya, kapasitas angkut yang biasanya dibagi dua kapal harus ditangani oleh satu kapal saja.

"Sehingga memang itu akan berdampak yang biasa normal diangkut oleh dua kapal saat ini hanya dilayani satu kapal," ujarnya.

Meski demikian, Ferdy memastikan jumlah penumpang yang diangkut tetap berada dalam batas yang diizinkan dan sesuai standar keselamatan pelayaran.

"Tapi dengan catatan bahwa penumpang yang kami angkut masih sesuai dengan standar yang sesuai yang bisa diangkut oleh kapal tersebut," katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Pelni bahkan telah memperoleh dispensasi tambahan kapasitas dari Kementerian Perhubungan.

"Kemarin juga kami sudah diberikan tambahan dispensasi oleh kementerian itu sebesar hampir 40 persen dari kapasitas angkut," ungkapnya.

Dengan tambahan tersebut, kapasitas KM Lambelu meningkat dari sekitar 2.003 penumpang menjadi 2.938 penumpang.

"Jadi total existing-nya itu biasanya 2.003 untuk Lambelu, sekarang kita bisa mengangkut 2.938 penumpang. Jadi ada tambahan 30 sampai 40 persen tambahan penumpangnya," jelas Ferdy.

Tingginya kebutuhan transportasi laut terlihat dari jumlah penumpang yang berangkat dari Tarakan pada pelayaran terakhir KM Lambelu.

"Kemarin penumpang yang berangkat dari sini terakhir di 1.700 penumpang, 1.600 penumpang," katanya.

Menurut Ferdy, meski kapal terlihat penuh, Pelni tetap menerapkan sistem pembagian kuota penumpang untuk setiap ruas perjalanan agar tidak terjadi kelebihan kapasitas.

Hal ini karena Tarakan bukan pelabuhan awal keberangkatan, melainkan salah satu pelabuhan yang disinggahi sebelum tujuan akhir.

KM BUKIT SIGUNTANG- Kapal Pelni  KM Bukit Siguntang yang melayani rute di Pelabuhan Malundung Tarakan, Kalimantan Utara. hingga saat ini masih docking atau perawatan.
KM BUKIT SIGUNTANG- Kapal Pelni KM Bukit Siguntang yang melayani rute di Pelabuhan Malundung Tarakan, Kalimantan Utara. hingga saat ini masih docking atau perawatan. (TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

"Kalau kemarin itu kan kita merupakan pelabuhan kedua sebelum pelabuhan terakhir Nunukan. Memang karena penumpang itu juga banyak turun di Tarakan, jadi otomatis masih bisa diakomodir," ujarnya.

Ia menegaskan Pelni tidak akan menjual tiket melebihi kapasitas yang telah ditentukan. Setiap pelabuhan sudah memiliki alokasi penumpang masing-masing sesuai rute perjalanan kapal.

"Kita tidak mungkin juga menjual melebih dari jumlah yang sesuai dengan kapasitas. Karena kita tahu bahwa setiap pelabuhan itu sudah dibagi masing-masing ruas itu untuk alokasi penumpangnya," jelas Ferdy.

Karena itu, pihaknya melakukan pengaturan jumlah penumpang berdasarkan tujuan perjalanan masing-masing.

"Jadi kami akan memuat sesuai dengan kapasitas menyesuaikan dengan ruas-ruas pelabuhan. Kami bagi yang tujuan Nunukan, Balikpapan, Parepare, Makassar, Bau-Bau dan seterusnya," tutupnya.

Diketahui, selama ini rute Tarakan Kalimantan Utara dilayani dua kapal KM Lambelu  dan KM Bukit Siguntang, namun KM Bukit Siguntang saat ini sedang menjalani docking.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.