Pertamax 92 Naik Jadi Rp16.650/Liter, Sejumlah Pengendara di Aceh Tengah Beralih ke Pertalite
Sri Widya Rahma June 10, 2026 03:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax 92 dari Rp12.600 per liter menjadi Rp16.650 per liter. 

Kebijakan penyesuaian harga ini mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026).

Berdasarkan pantauan wartawan TribunGayo.com, Alga Mahate Ara, di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, seperti SPBU Nunang Antara, SPBU Tansaril, dan SPBU Kemili, suasana pascakenaikan harga terpantau kondusif. 

Jalur pengisian Pertamax 92 terlihat lebih sepi dari biasanya, sementara aktivitas pengisian BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar berjalan normal.

Baca juga: Pemilik SPBU di Gayo Lues akan Pecat Karyawan yang Terlibat dengan Mafia BBM

Kondisi SPBU di Aceh Tengah Tetap Normal Pascakenaikan Pertamax

Pengawas SPBU Nunang Antara, Sandi Pratama saat ditemui wartawan TribunGayo.com Alga Mahate Ara pada Rabu (10/6/2026), mengonfirmasi adanya kenaikan harga tersebut. 

Meski harga Pertamax melonjak sebesar Rp4.050 per liter, ia memastikan kondisi di lapangan tetap aman tanpa ada antrean panjang yang mengular.

"Kenaikan harga khusus untuk Pertamax dari Rp12.600 ke Rp16.650. Untuk saat ini antrean masih aman dan tidak ada kendala kemacetan seperti sebelumnya," ujarnya.

Sandi menambahkan, sejauh ini hanya Pertamax 92 yang mengalami penyesuaian harga. 

Sementara itu, harga BBM subsidi masih stabil, di mana Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter. 

Stok untuk kedua jenis BBM tersebut juga dipastikan aman.

"Kuota Pertalite di SPBU Nunang ini berkisar 24 ton setiap hari. Untuk Solar masuk 8 hingga 16 ton per dua hari, sedangkan Pertamax dipasok 3 sampai 4 kali seminggu dengan kuota 8 ton per pengiriman," jelasnya.

Warga Aceh Tengah Mulai Beralih ke Pertalite

Kenaikan harga yang cukup signifikan ini memicu berbagai reaksi dari konsumen. 

Neli Tarigan, seorang warga Kecamatan Lut Tawar, mengaku cukup terkejut dan merasa berat dengan nominal kenaikan yang mencapai Rp4.050 tersebut. 

Ia berharap pemerintah bisa mengevaluasi kebijakan ini agar harga BBM kembali terjangkau.

Meski demikian, Neli mencoba memaklumi kebijakan tersebut dengan harapan anggarannya dialihkan untuk sektor yang lebih membutuhkan untuk sementara. 

"Mungkin dengan naik harga, uangnya dialihkan ke yang lain untuk wilayah seluruh Indonesia yang sedang ditimpa musibah," tuturnya.

Di sisi lain, penyesuaian harga ini membuat sebagian pengendara memilih beralih ke BBM subsidi.

Salah seorang pengendara roda dua, Ridwan mengaku memilih beralih ke BBMPertalite demi menghemat pengeluaran.

"Mulai hari ini sudah pakai Pertalite, karena Pertamax sudah terlalu tinggi, lagian antrenya pun di jalur yang sama disini," ujarnya. 

Ridwan juga sempat mengkhawatirkan migrasi konsumen ini akan memicu antrean panjang di jalur Pertalite, meski kondisi di lapangan sejauh ini terpantau masih relatif lancar. 

Baca juga: Marak Terjadi Penimbunan, Masyarakat Minta Polisi dan Pemkab Awasi Penyaluran BBM di Gayo Lues 

Antrean Pertalite di Bener Meriah Mengular, Stok Aman

Situasi berbeda terlihat di Kabupaten Bener Meriah.

Pantauan wartawan TribunGayo.com, Bustami, di SPBU Pante Raya, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah menunjukkan antrean kendaraan di jalur Pertalite lebih padat dibandingkan jalur Pertamax.

ANTREAN BBM - Kendaraan roda dua dan empat mengantre Bahan Bakar Minya (BBM) jenis Pertalite di SPBU Pante Raya, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (10/6/2026).
ANTREAN BBM - Kendaraan roda dua dan empat mengantre Bahan Bakar Minya (BBM) jenis Pertalite di SPBU Pante Raya, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (10/6/2026).

Pengawas SPBU Pante Raya, Idyiar menjelaskan bahwa dominasi antrean Pertalite sebenarnya sudah terjadi sebelum kenaikan harga Pertamax. Namun, perbedaan jumlah konsumen kini terlihat semakin mencolok.

"Kalau BBM subsidi tidak diotak-atik. Harga Pertalite masih Rp10.000 per liter dan Bioasolar Rp6.800 per liter. Sebetulnya, pola antrean setiap hari selalu didominasi warga yang membeli Pertalite ketimbang Pertamax, tidak hanya pascaharga naik," ungkapnya.

Ia memastikan pasokan Pertamax di wilayah Bener Meriah masih aman.

Kendala yang kerap terjadi lebih disebabkan oleh keterlambatan distribusi akibat kerusakan infrastruktur jalan pascabencana.

Pasokan BBM di Aceh Tenggara Mulai Tidak Stabil

Berbeda dengan Aceh Tengah dan Bener Meriah, pasokan BBM di sejumlah SPBU di Kabupaten Aceh Tenggara dilaporkan mulai tidak stabil.

Berdasarkan pantauan wartawan TribunGayo.com, Asnawi Luwi, SPBU Kampung Melayu bahkan mengalami kelangkaan total di mana stok BBM jenis Pertalite maupun Pertamax kosong sama sekali.

Petugas SPBU setempat mengonfirmasi bahwa mereka sedang menunggu pengiriman karena stok di tangki penyimpanan telah habis.

 Akibat kekosongan di beberapa titik, beban pengisian berpindah ke tempat lain.

BBM KOSONG - Stok BBM Pertalite dan Pertamax 92 mengalami kekosongan di SPBU Kampung Melayu, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (10/6/2026).
BBM KOSONG - Stok BBM Pertalite dan Pertamax 92 mengalami kekosongan di SPBU Kampung Melayu, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (10/6/2026).

Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terpantau mengular panjang di SPBU Lawe Kihing dan SPBU Kuning.

Sementara itu, pemandangan berbeda terlihat di SPBU Lawe Desky, Kecamatan Babul Makmur, yang suasananya justru terpantau masih sepi dari antrean kendaraan.

Salah seorang pengelola SPBU Lawe Desky di Desa Sabilussalam, Raqam Bancin mengatakan bahwa kenaikan Pertamax untuk sementara waktu belum membawa dampak drastis di areanya. Namun, ia memprediksi migrasi konsumen tidak akan terhindarkan.

Daftar Penyesuaian Harga BBM Pertamina per Juni 2026

Dikutip dari Serambinews.com, Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini dilakukan secara berkala setelah melalui evaluasi formula harga yang ditetapkan pemerintah, dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan nilai keekonomian pasar.

Berikut adalah rincian harga jual BBM Pertamina yang berlaku di wilayah Aceh dan sekitarnya:

  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Biosolar: Rp6.800 per liter
  • Pertamax: Rp16.250 - Rp16.650 per liter (bervariasi sesuai wilayah)
  • Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
  • Dexlite: Rp23.000 per liter
  • Pertamina Dex: Rp24.800 per liter. (*)

Baca juga: Daftar Harga BBM Terbaru di Seluruh Indonesia Mulai 1 Juni 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.