Persija Berpeluang Bermarkas Tetap di JIS, Presiden Klub Berharap Tak Lagi Terusir dari Jakarta
Rr Dewi Kartika H June 10, 2026 04:53 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Persija Jakarta mendapat kabar positif terkait kepastian stadion kandang mereka menjelang bergulirnya Super League musim 2026/2027.

Macan Kemayoran kini memiliki peluang menggunakan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai markas tetap mereka setelah bertahun-tahun harus berpindah-pindah stadion saat menggelar laga kandang.

Presiden Persija Mohamad Prapanca mengungkapkan, pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan pengelola stadion dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai penggunaan JIS.

Menurut Prapanca, persoalan terbesar yang selama ini dihadapi Persija bukan hanya soal stadion, tetapi juga narasi keamanan yang kerap menjadi pertimbangan dalam penyelenggaraan pertandingan kandang di Jakarta.

Ia mengatakan selama tujuh tahun terakhir Persija beberapa kali harus mengalah dan mencari stadion alternatif di luar Jakarta karena berbagai pertimbangan.

Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers di JIS saat memperkenalkan Shin Tae-yong sebagai pelatih baru Persija, Senin (8/6/2026) lalu.

"Kita selalu menghadapi masalah bermain di Jakarta. Narasi yang selalu dibangun adalah situasi keamanan, sehingga posisi Persija sering kali tidak diuntungkan," ujar Prapanca, dikutip Rabu (10/6/2026).

Prapanca menilai perjalanan menuju pemanfaatan JIS sebagai kandang tetap Persija tidaklah singkat.

Ia menyebut pembangunan stadion berkapasitas lebih dari 80 ribu penonton tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan fasilitas olahraga modern bagi warga Jakarta.

Meski demikian, hingga beberapa waktu lalu Persija belum mendapatkan kepastian bisa memainkan seluruh laga kandang mereka di Jakarta sepanjang satu musim kompetisi.

Prapanca mengungkapkan pembicaraan terakhir dengan pihak JIS difasilitasi langsung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengelola JIS disebut mendapat tantangan untuk memastikan jadwal Persija tidak terganggu selama musim 2026/2027 dan musim-musim berikutnya.

Menurutnya, pihak Jakpro menyatakan kesanggupan untuk mengakomodasi kebutuhan Persija sebagai klub kebanggaan ibu kota.

"Kita berharap musim 2026-2027 dan seterusnya bisa bermain reguler tanpa harus keluar dari Jakarta," kata Prapanca.

Ia juga menyinggung laga-laga besar Persija yang selama ini kerap menghadapi kendala, termasuk pertandingan menghadapi rival utama mereka.

Prapanca berharap kondisi yang semakin kondusif dari sisi suporter, panitia pelaksana, maupun klub dapat menjadi modal untuk meyakinkan seluruh pihak bahwa pertandingan dapat berlangsung aman dan lancar.

Persija, lanjut dia, telah berupaya menunjukkan komitmen menjaga ketertiban dalam beberapa musim terakhir.

Karena itu, manajemen berharap tidak ada lagi hambatan yang membuat tim harus berpindah-pindah stadion saat berstatus tuan rumah.

Jika rencana tersebut terealisasi, maka musim 2026/2027 akan menjadi momentum penting bagi Persija untuk kembali menjadikan Jakarta sebagai rumah sepenuhnya dalam menjalani kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.