Warga Bantul Kaget dan Kecewa Harga BBM Pertamax Mendadak Naik
Muhammad Fatoni June 10, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sejumlah warga di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, mengaku terkejut dan kecewa dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax (RON 92).

Pertamina sendiri telah menyampaikan pengumuman resmi terkait kenaikan harga BBM Pertamax, per Rabu (10/6/2026) hari ini, dari sebelumnya Rp12.300 per liter kini menjadi Rp16.250 per liter.

Dengan kata lain, harga BBM jenis Pertamax mengalami kenaikan sebesar Rp3.950 atau hampir Rp4.000. 

Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com di sejumlah lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bantul pada Rabu (10/6/2026) pagi, tertera harga jual Pertamax RON 92 yang telah berubah.

Sebelumnya, BBM tersebut diharga Rp12.300 per liter, kini menjadi Rp16.250 per liter. 

Kendati begitu, para pengguna BBM tetap tertib mengantre di jalur yang disediakan.

Sejauh ini, belum terlihat adanya penumpukan antrean kendaraan terhadap salah satu jenis BBM yang dijual di SPBU Kabupaten Bantul. 

Seorang warga pengguna BBM jenis Pertamax, Sukma (24), warga Kabupaten Bantul, mengaku terkejut dan baru mengetahui harga BBM Pertamax naik saat sedang mengisi BBM. 

Padahal, selama ini ia mengandalkan BBM jenis Pertamax demi menjaga kualitas kendaraan.

"Baru tahu sekarang sih kalau harganya naik. Biasanya satu liter itu Rp12.600 atau berapa ya per liter. Tadi saya beli Rp70.000 (untuk kendaraan sepeda motor). Biasanya Rp70.000 itu iya full tank," ucap dia, saat ditemui di salah satu SPBU Kabupaten Bantul. 

Di sisi lain, ia khawatir kenaikan harga BBM tersebut dapat berdampak kepada perekonomian dan jual beli barang di pasaran.

Selain itu, pihaknya khawatir jika kenaikan harga BBM jenis Pertamax membuat masyarakat menjadi beralih menggunakan BBM subsidi atau Pertalite.

"Iya pasti nanti berdampak semuanya. Soalnya semuanya naik. Takutnya nanti pada turun (beralih membeli) Pertalite. Terus (harga jual) Pertalite naik. Kasihan ekonominya kita," tutur dia.

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Pertamina Pastikan Ketersediaan BBM di DIY Aman

Kecewa

Kenaikan BBM jenis Pertamax juga dirasakan oleh Arifin (38), warga Kabupaten Bantul sekaligus ojek online.

Ia mengaku kecewa dan khawatir, kenaikan harga jual secara mendadak ini dapat berdampak terhadap perekonomian termasuk jual beli barang di pasaran.

"Ya pasti semua harga (komoditas) pasti naik ya, jadi ada dampaknya juga. Iya mungkin (harga bahan pokok di pasaran) akan naik juga karena terdampak kenaikan harga Pertamax itu," tuturnya. 

Selain itu, dikhawatirkan pengguna BBM jenis Pertamax beralih menggunakan Pertalite dan stok Pertalite di SPBU dikhawatirkan kerap kosong.

Padahal, selama ini, ia hanya mengandalkan Pertalite dikarenakan harga yang ekonomis dan tidak merugikan biaya operasional jasa ojek online. (*)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.