Harga Pertamax Tembus Rp16.250, Pengguna Motor Mulai Hitung Ulang Biaya Transportasi
Rendy Nicko June 10, 2026 03:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat di Kediri. Sejumlah pengguna kendaraan mengaku mempertimbangkan ulang pilihan BBM yang digunakan setelah harga mengalami lonjakan signifikan mulai Rabu (10/6/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima, harga Pertamax RON 92 yang sebelumnya Rp12.300 per liter naik menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Di sisi lain, harga BBM bersubsidi Pertalite masih bertahan di angka Rp10.000 per liter. Sedangkan Pertamax Turbo dibanderol Rp20.750 per liter, Dexlite Rp24.300 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut cukup mengejutkan masyarakat. Selisih harga yang mencapai hampir Rp4.000 per liter membuat sebagian pengguna Pertamax mulai beralih ke Pertalite untuk menekan pengeluaran harian.

Baca juga: Bea Cukai Blitar Lakukan Penindakan 54 Kali Hingga Mei 2026, Selamatkan Uang Negara Rp 1,21 Miliar

Salah satunya Adilla (32), warga Bandar, Kota Kediri. Selama ini ia memilih Pertamax untuk sepeda motor yang digunakan sehari-hari karena dinilai lebih baik untuk performa mesin.

Namun setelah harga Pertamax naik drastis, ia memutuskan beralih ke Pertalite. Menurutnya, biaya operasional kendaraan akan meningkat cukup besar jika tetap menggunakan Pertamax.

"Sebelumnya saya selalu pakai Pertamax karena merasa lebih bagus untuk mesin motor. Tapi setelah naik hampir Rp4.000 per liter, saya akhirnya pindah ke Pertalite karena biaya transportasi jadi jauh lebih besar," kata Adilla saat ditemui di salah satu SPBU di Kediri.

Sebagai sales promotor, Adilla mengaku memiliki mobilitas tinggi setiap hari. Ia harus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain sehingga konsumsi BBM menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar yang harus diperhitungkan.

"Setiap hari saya keliling untuk bekerja. Kalau tetap pakai Pertamax dengan harga sekarang, pengeluaran bulanan pasti bertambah cukup banyak," ujarnya.

Berbeda dengan Adilla, Rahma (33), warga Lirboyo, Kota Kediri, memilih tetap menggunakan Pertamax meskipun harus mengeluarkan biaya lebih besar.

Rahma mengaku terkejut dengan kenaikan harga tersebut karena selama ini dirinya rutin mengisi Pertamax untuk kendaraan yang digunakan sehari-hari.

Baca juga: Pertamax Naik, Warga Trenggalek Resah Namun Ada Yang Optimis Indonesia Sejahtera 

"Saya kaget sekali karena selisihnya cukup besar. Jujur terasa berat, tetapi saya masih memilih Pertamax karena lebih yakin dengan kualitasnya," ungkap Rahma.

Ia juga mengaku masih khawatir beralih ke Pertalite. Menurutnya, beberapa waktu lalu sempat muncul berbagai keluhan dari pengguna kendaraan yang menggunakan BBM jenis tersebut sehingga membuatnya lebih nyaman bertahan menggunakan Pertamax.

Sementara itu, pantauan di sejumlah SPBU di wilayah Kediri menunjukkan antrean kendaraan pada dispenser Pertalite terlihat lebih panjang dibandingkan hari-hari sebelumnya. Kondisi ini diduga dipicu oleh sebagian pengguna BBM nonsubsidi yang mulai beralih ke Pertalite setelah kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 diberlakukan.

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.