Sejauh Mana Inggris Akan Melangkah di Piala Dunia 2026? Para Penulis GOAL Memberikan Prediksi Mereka
Agus Firmansyah June 10, 2026 03:49 PM

Piala Dunia 2026 sudah di depan mata. Turnamen sepak bola terbesar di dunia hanya tinggal menghitung hari, dengan para pemain terbaik dari seluruh penjuru dunia bersiap menuju Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada untuk menghadirkan musim panas yang penuh aksi. Bagi sebagian tim, sekadar lolos dari fase grup sudah menjadi impian, sementara bagi yang lain, apa pun selain mengangkat trofi di akhir Juli akan dianggap sebagai kegagalan. Kita akan disuguhi lima setengah minggu penuh drama, dengan kebahagiaan dan kesedihan yang berjalan beriringan.

Di GOAL, kami merasa cukup memahami seluk-beluk permainan indah ini. Karena itu, kami meminta para penulis dan editor kami untuk memberikan prediksi mereka mengenai turnamen kali ini. Dari peraih Sepatu Emas dan Bola Emas, hingga kuda hitam dan kejutan terbesar, kami akan mengulas semua hal yang perlu diantisipasi dari Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah.

Kali ini, tim kami di Inggris diminta untuk memprediksi sejauh mana langkah The Three Lions di turnamen tersebut — berikut pendapat mereka...

“Kondisi akan menjadi ujian berat”

Mark Doyle: Perempat final. Undian kembali berpihak pada Inggris, yang seharusnya bisa melaju lancar dari fase grup sebelum menyingkirkan siapa pun yang mereka hadapi di babak 32 besar. Meksiko di Stadion Azteca mungkin menanti di babak 16 besar, namun The Three Lions diyakini memiliki kualitas untuk menyingkirkan tuan rumah. Pada tahap itu, skuad asuhan Thomas Tuchel bisa saja sudah membangun momentum dan kepercayaan diri yang cukup untuk melangkah jauh, tetapi saya menduga kondisi cuaca — terutama jika mereka harus bermain di Miami pada babak perempat final — akan menjadi tantangan besar bagi tim yang sebagian besar pemainnya berasal dari Liga Premier yang terkenal fisikal.

“Kurangnya kedalaman skuad akan jadi masalah besar”

Krishan Davis: Piala Dunia kali ini disebut-sebut sebagai kesempatan emas bagi Inggris untuk mengakhiri penantian panjang selama 60 tahun, tetapi saya justru memperkirakan kekecewaan kembali terjadi di Amerika Utara. Mereka akan lolos dari fase grup dan babak 32 besar, namun potensi menghadapi Meksiko di kandang sendiri di Azteca akan menjadi ujian berat. Bahkan jika mereka mampu melewati laga itu, Brasil, Argentina, dan Spanyol kemungkinan besar sudah menunggu di depan, dan saya tidak akan terkejut jika tim asuhan Tuchel tumbang di salah satu laga tersebut. Selalu ada perdebatan mengenai pemilihan skuad sebelum turnamen, namun saya benar-benar merasa Inggris bisa saja membayar mahal akibat kurangnya kedalaman dan pengalaman di turnamen besar.

“Gagal lagi di momen penting”

Stephen Darwin: Hati saya mengatakan Inggris bisa menjuarai turnamen ini, tetapi logika saya berkata sebaliknya. Kritik mulai mengarah kepada Thomas Tuchel karena beberapa keputusan seleksi pemain yang kontroversial, dan jika Inggris tidak tampil meyakinkan sejak awal, tekanan akan segera meningkat. Inggris cukup beruntung di Euro terakhir, dan saya sulit membayangkan keberuntungan itu akan berpihak lagi di tengah kondisi cuaca panas Amerika Utara. Mereka mungkin bisa mencapai perempat final, namun dengan banyak pemain kunci yang menjalani musim panjang di level klub, rasanya mereka akan kembali gagal menuntaskan misi.

“Perempat final melawan Brasil akan sangat berat”

Amee Ruszkai: Inggris dalam beberapa tahun terakhir cukup konsisten menavigasi turnamen besar dengan baik, tetapi jalur menuju babak akhir kali ini terlihat jauh lebih sulit. Meski banyak pembicaraan soal skuad dan beberapa nama besar yang absen, hal itu sebenarnya tidak banyak mengubah komposisi sebelas pemain utama. Thomas Tuchel mencoba pendekatan berbeda dengan mencari pemain pengganti yang bisa memberikan dampak besar, dan itu masuk akal — terutama jika ingin membawa tim ini melangkah lebih jauh. Namun, laga perempat final potensial melawan Brasil tampak sangat sulit, dan di situlah mimpi Inggris di Piala Dunia kemungkinan akan berakhir.

“Tersandung saat menghadapi lawan tangguh”

Chris Burton: Perempat final. Inggris akan melakukan hal yang biasa mereka lakukan — melaju mulus di fase grup, tampil kurang meyakinkan di beberapa laga awal babak gugur (mungkin dengan adu penalti untuk menambah drama), sebelum akhirnya tersandung menghadapi lawan yang lebih kuat. Skuad asuhan Thomas Tuchel tampak kekurangan pemain pengubah permainan yang bisa diandalkan dari bangku cadangan untuk menyelamatkan laga. Mereka kemungkinan besar akan belajar dengan cara yang sulit tentang apa yang terjadi ketika Rencana A tidak berjalan.

“Langkah cukup jauh hingga semifinal”

Peter McVitie: Fase grup yang mempertemukan Inggris dengan Kroasia, Ghana, dan Panama bisa menjadi tantangan tersendiri bagi skuad Thomas Tuchel, namun gagal lolos akan menjadi bencana besar bagi The Three Lions. Jika mereka finis di puncak grup, peluang untuk melaju hingga semifinal terbuka lebar, di mana kekuatan sejati tim yang diperkuat Harry Kane, Jude Bellingham, dan Declan Rice akan diuji sepenuhnya.

“Suasana tim terasa tidak menyatu”

Tom Maston: Mungkin saya terlalu terbiasa dengan ritme tim Inggris di bawah Gareth Southgate, tetapi suasana di bawah Thomas Tuchel dan para pemainnya kali ini terasa kurang menyatu. Meski tampil sempurna di babak kualifikasi, hasil laga uji coba melawan lawan tangguh tidak mengesankan, dan sebagian besar pemain utama belum bermain bersama sejak November. Meski Southgate sering dikritik karena memiliki ‘pemain favorit’, Tuchel tampaknya melakukan hal serupa — dan hal itu justru merugikan tim. Turnamen ini terasa akan berjalan mengecewakan, berakhir dengan kekalahan dari Meksiko di babak 16 besar — atau dari Spanyol di babak yang sama jika Kroasia berhasil mengungguli Inggris di fase grup.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.