Harga Cabai Rawit di Pesawaran Turun Jadi Rp65 Ribu per Kilogram
taryono June 10, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pesawaran -  Harga sejumlah komoditas pangan strategis di Kabupaten Pesawaran pada Juni 2026 terpantau relatif stabil. 

Baca juga: Bahlil Disambut Yel-Yel MBG Saat Hadiri Munas XVIII Hipmi di Lampung

Meski demikian, terdapat perubahan harga pada beberapa komoditas, terutama bawang putih dan cabai, berdasarkan hasil pemantauan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran hingga 10 Juni 2026.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran, Hendra Sulistianto, mengatakan sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat masih berada pada level harga terkendali dan tidak mengalami gejolak signifikan.

“Secara umum, harga pangan di Kabupaten Pesawaran masih stabil. Beberapa komoditas mengalami kenaikan atau penurunan, namun perubahannya masih dalam batas wajar dan ketersediaan pasokan tetap terjaga,” ujar Hendra kepada Tribun Lampung, Rabu (10/6/2026).

Berdasarkan data pemantauan harga, beras medium tercatat bertahan di angka Rp13.200 per kilogram sejak awal Juni, sementara bawang merah juga stabil di Rp50.000 per kilogram. 

Adapun bawang putih mengalami kenaikan dari Rp28.000 menjadi Rp35.000 per kilogram mulai 8 Juni. 

Di sisi lain, cabai merah keriting turun dari Rp48.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah juga mengalami penurunan dari Rp75.000 menjadi Rp65.000 per kilogram pada 9 Juni dan bertahan hingga 10 Juni. 

Cabai rawit hijau tercatat stabil di Rp60.000 per kilogram.

Untuk komoditas protein hewani, harga telur ayam ras berada di kisaran Rp26.000 per kilogram, daging ayam ras Rp35.000 per kilogram, dan daging sapi murni tetap di Rp140.000 per kilogram.

Sementara itu, komoditas lainnya seperti gula pasir tercatat Rp18.000 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp23.000 per liter, minyak goreng curah Rp21.000 per liter, serta Minyakita Rp15.700 per liter. 

Tepung terigu curah masih berada di Rp9.000 per kilogram, sedangkan tepung terigu kemasan Rp13.000 per kilogram.

Hendra menegaskan pihaknya akan terus memantau harga secara berkala untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen.

“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga ketersediaan stok dan mengantisipasi potensi kenaikan harga, terutama pada komoditas yang sensitif terhadap perubahan cuaca dan distribusi. Kondisi harga yang relatif stabil diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah,” jelas Hendra.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.