SURYA.CO.ID, TUBAN - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax belum berdampak signifikan terhadap pola pembelian masyarakat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina 54.623.05 Sleko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim), Rabu (10/6/2026).
Meski pemerintah telah resmi menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter, dari sebelumnya Rp12.300 per liter, kondisi di lapangan belum menunjukkan adanya peralihan konsumen secara massal ke BBM jenis Pertalite.
Berdasarkan pantauan langsung SURYA.co.id di lokasi, jalur pengisian Pertamax terlihat lengang tanpa antrean panjang.
Namun, hal serupa juga terjadi pada jalur Pertalite yang terpantau normal dan tidak mengalami lonjakan antrean yang berarti.
Salah seorang pengendara motor, Ande, mengungkapkan bahwa situasi di SPBU masih berlangsung seperti hari-hari biasa.
"Antre tadi masih seperti biasanya," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Admin SPBU Sleko Tuban, Johan Wahyudi, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum terlihat adanya peningkatan jumlah pembeli Pertalite sebagai dampak dari penyesuaian harga Pertamax.
Johan menjelaskan bahwa kondisi lengangnya jalur Pertamax bukan disebabkan oleh berkurangnya peminat, melainkan kendala pasokan:
"Kemarin malam Pertamax di sini sudah habis. Harusnya dikirim hari ini, namun hingga saat ini belum datang juga," jelas Johan.
Kondisi ini menunjukkan, bahwa masyarakat masih cenderung mempertahankan pola konsumsi BBM mereka meski terjadi kenaikan harga.
Pihak SPBU terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi BBM dapat segera kembali normal, guna memenuhi kebutuhan pelanggan di wilayah Tuban.