Beasiswa Santri Jatim 2026 Resmi Dibuka, Khofifah Fokuskan ke Jurusan STEM
Cak Sur June 10, 2026 06:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi meluncurkan program beasiswa untuk 1.100 santri dan mahasantri berprestasi tahun anggaran 2026 di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur (Jatim), Surabaya, Rabu (10/6/2026).

Inovasi program beasiswa tahun ini menghadirkan fokus baru pada penguatan keilmuan bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM).

Melalui kerja sama dengan 64 mitra perguruan tinggi dalam negeri hingga Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, program ini dirancang khusus untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pesantren sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi warga Jawa Timur.

Fokus Baru Beasiswa: Penguatan Bidang STEM di Pesantren

Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya diversifikasi akademik di lingkungan pesantren.

Upaya integrasi sains modern dengan basis pendidikan agama diharapkan melahirkan ahli-ahli baru dari kalangan santri.

“Kami terus menguatkan kualitas SDM Jawa Timur melalui diversifikasi akademik dengan memberikan akses yang lebih luas bagi para santri dari berbagai pondok pesantren,” ungkap Khofifah.

Ia menambahkan, bahwa penguasaan ilmu STEM kini menjadi bekal wajib agar generasi muda pesantren mampu beradaptasi cepat dengan perubahan zaman dan berkontribusi langsung pada pembangunan sektor-sektor strategis.

“Nah, tahun ini yang baru lagi adalah santri-santri dari berbagai pondok pesantren sudah mendapat kesempatan untuk bisa masuk pada program dalam payung STEM. Program ini diharapkan bisa menguatkan diversifikasi profesi yang berbasis pesantren,” jelasnya.

Menyiapkan SDM Unggul Menyongsong Kebangkitan Asia

Dalam peluncuran tersebut, Khofifah mengutip proyeksi pakar geopolitik global Kishore Mahbubani mengenai pergeseran pusat peradaban dunia ke kawasan Asia.

Khofifah menilai, momentum ini harus diantisipasi Jawa Timur dengan mencetak talenta unggul sejak dini.

“Sebetulnya gravitasi peradaban dunia ini sudah saatnya diwarnai oleh Asia. Kalau kita bersiap lebih awal dan lebih serius, bukan tidak mungkin Indonesia, terutama Jawa Timur, ikut mewarnai peradaban dunia,” tutur Khofifah.

Menurutnya, proses afirmasi berupa adaptasi ilmu STEM di pesantren merupakan jembatan emas untuk menyongsong transformasi global tersebut.

Rincian Alokasi Kuota Beasiswa Santri Jatim 2026

Sebanyak 1.100 penerima manfaat akan disalurkan ke berbagai program studi dan jenjang pendidikan tinggi pada tahun ini dengan rincian sebagai berikut:

  • Ma'had Aly: 60 mahasiswa Program Marhalah Ula (M1) dan 45 mahasiswa Program Marhalah Tsaniyah (M2).
  • Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS): 540 mahasiswa Program Sarjana (S1) dan 285 mahasiswa Program Magister (S2).
  • PTKIN/PTKIS S3: 80 mahasiswa Program Doktor (S3).
  • Sains dan Teknologi (STEM) PTN: 40 mahasiswa Program Sarjana (S1) dan 20 mahasiswa Program Magister (S2).
  • Luar Negeri: 30 mahasiswa Program Magister (S2) di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Target Lahirkan 250 Doktor Baru pada Tahun 2029

Keberhasilan program beasiswa ini dalam enam tahun terakhir telah memberikan dampak signifikan bagi indeks pembangunan manusia di Jawa Timur.

Tercatat sebanyak 7.976 mahasiswa dan mahasantri telah menerima manfaat.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.580 penerima program sarjana telah lulus, disusul 1.325 lulusan magister, serta 64 lulusan doktor.

Pemerintah  Provinsi (Pemprov) Jatim memproyeksikan lahirnya 250 doktor baru berbasis pesantren pada tahun 2029 mendatang.

“Harapan kami program ini tidak hanya menghasilkan academic achievement, tetapi juga menghadirkan kebermanfaatan yang nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” harap Khofifah.

Ketua LPPD Jawa Timur, Abdul Halim Soebahar, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Khofifah yang terus mengawal kelancaran program ini, termasuk membantu penyelesaian kendala visa bagi santri yang kuliah di Mesir.

“Ada lompatan luar biasa yang terus dilakukan dengan inovasi dari tahun ke tahun. Kami sangat bersyukur Jawa Timur memiliki pemimpin yang sangat peduli terhadap pendidikan, pesantren, dan diniyah,” tutup Halim.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.