Profil 4 Pejabat Baru yang Dilantik Presiden Prabowo Hari Ini, Kursi Silmy Karim Masih Kosong
Pipit Maulidya June 10, 2026 06:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Inilah daftar empat pejabat baru yang resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara untuk memperkuat barisan pemerintahan Kabinet Merah Putih.

Di balik pelantikan para figur baru tersebut, perhatian publik justru tertuju pada status lowong posisi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas).

Jabatan strategis itu kini dibiarkan kosong pasca-langkah tegas Presiden Prabowo yang mencopot Silmy Karim dari jabatannya akibat terseret kasus dugaan korupsi.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan absennya wamen tidak akan mempengaruhi ritme kerja di tubuh Kementerian ImipasIstana.

Dia juga mengonfirmasi belum ada rencana untuk mengisi jabatan tersebut dalam waktu dekat.

Regenerasi Kepemimpinan di Badan Gizi Nasional

Fokus utama prosesi di Istana hari ini tertuju pada perombakan struktur internal Badan Gizi Nasional (BGN).

Mensesneg Prasetyo Hadi membeberkan alasan di balik jeda waktu pelantikan yang tidak langsung dilakukan pasca-terbitnya keputusan pengangkatan.

Menurutnya, Kepala Negara menghendaki pimpinan baru BGN terlebih dahulu mematangkan pembenahan internal di awal masa tugas.

"Karena kita semua berpikir bahwa beliau dalam hari-hari pertama itu supaya fokus terlebih dahulu untuk melakukan proses perbaikan-perbaikan di Badan Gizi Nasional kita,” kata Prasetyo.

Kendati upacara pelantikan baru dilangsungkan belakangan, Prasetyo menggarisbawahi bahwa aspek legalitas ketiganya sudah berkekuatan hukum tetap sejak awal keputusan presiden diteken.

"Kalau secara administratif hukum, beliau bertiga sudah sah menjadi pimpinan Badan Gizi Nasional semenjak keputusan Presiden ditetapkan gitu," katanya.

Mengenai alasan mendepak pejabat lama dan mempromosikan Nanik S. Deyang sebagai suksesor Dadan Hindayana, Prasetyo menyebut modal pengalaman Nanik di internal lembaga menjadi poin krusial.

"Beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sehingga kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional," katanya.

Prasetyo juga menambahkan bahwa watak Nanik yang penuh ketelitian serta berdisiplin tinggi sangat dibutuhkan untuk mengawal agenda besar nasional, yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Jadi itu beberapa dasar pertimbangan untuk kita minta ke beliau yang kemudian dibantu oleh dua wakil yang baru untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan," ujarnya.

Profil Singkat Tiga Nakhoda Baru BGN

Nanik S. Deyang: Mantan jurnalis kawakan yang dikenal punya kedekatan khusus sekaligus menjadi sosok kepercayaan Prabowo Subianto sejak masa kontestasi pilpres terdahulu. Piawai dalam komunikasi publik dan aktif di organisasi sayap penyokong pemerintah, ia bakal menjadi figur sentral dalam menyukseskan distribusi Makan Bergizi Gratis.

Agustina Arumsari: Sosok teknokrat murni yang mengakar di sektor pengawasan keuangan. Berbekal pengalaman sebagai Deputi Kepala Bidang Investigasi di BPKP, figur yang dikenal lugas dan jeli ini diplot sebagai pengendali transparansi demi mengamankan anggaran besar BGN dari potensi penyimpangan.

Mayjen TNI Trenggono: Perwira tinggi militer aktif dengan keahlian mendalam di bidang manajemen logistik serta rantai pasok operasi skala besar. Perwakilan unsur TNI ini ditugaskan memastikan kelancaran serta keamanan distribusi pasokan pangan ke wilayah-wilayah pelosok tanah air (remote area).

Said Iqbal Masuk Lingkaran Istana

Pergeseran mengejutkan juga terjadi di sektor ketenagakerjaan dengan masuknya Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, ke dalam lingkar kekuasaan sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan.

Kepastian mengenai peran baru Said Iqbal ini diungkapkan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea.

“Bung (Said) Iqbal besok mudah-mudahan, insyaAllah akan menjadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan. Kita dukung penuh sebagai gerakan buruh,” ujar Andi Gani di Jakarta Pusat.

Andi Gani meyakini integritas Said Iqbal tidak akan luntur dan tetap teguh mengawal kepentingan kaum pekerja meski kini telah berstatus sebagai pejabat negara.

“Bung Iqbal saya yakin komitmennya sangat penuh untuk berjuang untuk buruh. Begitu juga Bung Jumhur di Menteri LH. Di tengah kesibukannya, beliau masih mau hadir di Kongres KBPI,” ucap Andi.

“Saya yakin tokoh-tokoh buruh yang masuk pemerintahan tidak akan meninggalkan ideologi pembelaan terhadap buruh dan tidak akan meninggalkan jalan perjuangan walaupun sudah jadi pejabat pemerintahan,” ucapnya.

Sinyal keterlibatan Said Iqbal ini sebenarnya sudah sempat diembuskan oleh Prasetyo Hadi yang menyebut bahwa pemerintah sedang mematangkan ruang pengabdian bagi sang tokoh buruh.

“Sedang kita diskusikan,” kata Prasetyo Hadi di Jakarta.

Prasetyo menambahkan, pos yang disiapkan bagi Said Iqbal dipastikan linier dengan bidang yang ia perjuangkan selama puluhan tahun.

“Kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini, dengan buruh, tenaga kerja,” katanya.

Di sisi lain, Said Iqbal memilih untuk tidak memberikan konfirmasi mutlak secara dini sebelum adanya pengumuman resmi.

"Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Mensesneg atas nama Presiden ya bang," kata Said Iqbal.
Pasang Surut Karier Politik dan Perburuhan Said Iqbal

Lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968, Said Iqbal menempuh jalur akademis formal di bidang teknik dan ekonomi. Ia merupakan alumnus D3 Teknik Mesin Politeknik UI, Sarjana Teknik Mesin Universitas Jayabaya, serta peraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 2005.

Awal persentuhannya dengan dunia buruh dimulai dari bawah kala bekerja di pabrik elektronik kawasan Bekasi pada 1992. Konsistensinya membela hak pekerja pascareformasi melahirkan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan mengantarkannya menjadi pemimpin KSPI sejak 2012.

Dedikasinya diakui dunia internasional lewat penganugerahan The Febe Elisabeth Velasquez Award dari serikat pekerja Belanda sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia pada 2013. Ia juga tercatat aktif sebagai anggota Dewan Pengupahan Nasional hingga delegasi Indonesia untuk organisasi perburuhan PBB (ILO) periode 2021–2024.

Di panggung politik praktis, Said Iqbal sempat mencoba peruntungan lewat PKS pada Pemilu 2009 namun kandas.

Sempat merapat mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2019, ia kemudian membangkitkan kembali Partai Buruh pada 2021 hingga berhasil meloloskannya sebagai kontestan Pemilu 2024.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.