Minta Doa, Anwar BAB Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Hanania Travel
Dwi Rizki June 10, 2026 05:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Presenter Anwar BAB diperiksa Polda Metro Jaya, terkait kasus penipuan dan penggelapan jemaah umroh yang diduga dilakukan perusahaan Hanania Travel.

Anwar BAB tiba di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (10/6/2026) ditemani seorang wanita.

Anwar tidak banyak bicara, kedatangannya bertemu penyidik untuk memenuhi panggilan dan menjalani pemeriksaan.

"Sebagai warga negara yang naik memenuhi oanggilan polisi," kata Anwar BAB sambil berjalan.

Menggunakan kemeja putih, pria bernama asli Anwar Sanjaya tidak tahu akan ditanyakan apa saja. 

Namun Anwar meyakini akan ditanyakan seputar kerjasamanya dengan Hanania Travel.

"Nanti abis diperiksa baru aku ngomong ya, sekarang belum tau mau ditanya apa," ucap pria berusia 33 tahun ini.

Anwar BAB menegaskan ia akan memberikan penjelasan sesuai apa yang terjadi, ia ingin mendukung jamaah Hanania Travel.

"Doain aja, Karena aku mendukung dan mensupport jamaah," ujar Anwar BAB. 

Terseret Kasus Hanania Travel, Thariq Halilintar Buka Suara

Selain Anwar BAB, polisi memeriksa beberapa influencer, diantaranya Keanu, Thariq Halilintar, dan Aaliyah Massaid.

Pasangan selebritas Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid mendatangi Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).

Thariq dan Aaliyah datang didampingi penasehat hukumnya, Sangun Ragahdo untuk bertemu penyidik guna diperiksa Kasus dugaan penipuan dan penggelapan jemaah umroh yang diduga dilakukan perusahaan Hanania Travel.

"Saya datang sebagai saksi," kata Thariq Halilintar singkat sambil berjalan memasuki gedung Diteskrimum Polda Metro Jaya bersama sang istri, Aaliyah Massaid.

Sangun akan bicara setelah adik Atta Halilintar ini bertemu dan diperiksa sebagai saksi, oleh penyidik Polda Metro Jaya. 

"Ini kan mau pemeriksaan. Kalau ngasih statement sekarang juga kayaknya enggak bijak. Kita lihat dulu, ini kan panggilan polisi dari mereka. Kita sampaikan dulu perihal-perihal apa. Saya pasti akan kasih statement ke kalian," jelas Sangun.

Sangun menyebut Thariq membawa beragam bukti untuk membela diri, usai namanya terseret dalam kasus Hanania Travel.

"Kami bawa bukti-bukti kok, tapi daripada nanti ada simpang siur, nanti saya kasih lihat," ujar Sangun Ragahdo.

Selain Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid, Polda Metro Jaya memanggil sederet influencer untuk diperiksa, diantaranya Keanu, Reza Aditya, Anwar BAB, dan lain-lain.

Pemeriksaan para influencer itu diduga Hanania Travel mengalirkan dana jamaah kepada para influencer, untuk mempromosikan usahanya. 

Keanu Angelo Diperiksa Kasus Hanania Travel

Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap selebgram terkait kasus dugaan penggelapan dana calon jemaah umrah Hanania Travel.

Dari sejumlah selebgram yang dijadwalkan pemeriksaan pada Senin (8/6/2026), hanya Keanu Angelo yang memenuhi panggilan.

"Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mengajukan 28 pertanyaan yang pada pokoknya mendalami kerja sama endorse, kontrak, fasilitas, pembayaran, serta legalitas travel tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).

Keanu diperiksa di Mapolda Metro Jaya selama enam jam sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Sementara itu, selebgram lainnya yakni Audrey Jesselyn, Sara Gibson, dan Dara Arafah telah konfirmasi meminta dijadwalkan ulang pemeriksaan pada 12 Juni mendatang.

Untuk selebgram Karin Novilda alias Awkarin tak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan penggelapan dana calon jemaah umrah Hanania Travel pada Senin.

Baca juga: Terima 25 Pertanyaan, Keanu Tegaskan Tidak Terima Uang dari Hanania Travel

Budi mengatakan, Awkarin yang dijadwalkan diperiksa terkait kerja sama promosi (endorsement) dengan Hanania Travel tidak hadir tanpa memberikan keterangan.

"KN tidak hadir tanpa keterangan," ujar eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan itu.

Keanu Angelo Ikut Prihatin

Usai diperiksa, Keanu menyampaikan keprihatinannya terhadap para jemaah yang gagal berangkat umrah akibat dugaan penggelapan dana. 

Ia juga mendukung upaya kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.

"Saya hari ini (Senin) mau mengucapkan saya turut prihatin terhadap jemaah yang gagal berangkat. Saya turut prihatin yang menjadi korban atas apa yang terjadi. Saya berharap agar jemaah sekalian bisa mendapatkan haknya kembali,” kata dia.

Baca juga: Polisi Telusuri Aliran Dana Travel Hanania, Keanu dan Awkarin Berpotensi Diperiksa

“Saya amat mendukung tindakan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Dan saya akan berlaku kooperatif dalam proses hukum yang berjalan," sambungnya.

Keanu menjelaskan kerja samanya dengan Hanania Group dilakukan melalui sistem barter perjalanan umrah sebagai imbalan promosi dan testimoni, tanpa menerima pembayaran uang. 

"(Ditanya soal) Kenal di mana, terus awal kerja samanya gimana, kontraknya seperti apa. Aku jelasin di dalam bahwa aku dalam kerja sama sama Hanania itu aku enggak menerima uang endorse-an sama sekali. Aku tuh kerja samanya barter (perjalanan umrah)," kata dia. 

"Jadi mereka berangkatkan aku, aku promo-in testimoni aku, pengalaman aku selama di sana. Aku juga bawa rekening koran aku periode bulan aku berangkat, yaitu 2 tahun yang lalu, bulan Agustus, dan 1 bulan sebelumnya, 1 bulan setelahnya, bahwa aku enggak menerima aliran dana apa pun dari Hanania Group," lanjut Keanu.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya bukan brand ambassador Hanania Group.

"Barter. Kami semua barter. Aku Agustus. Juli berangkat 29, pulangnya tanggal 10 Agustus 2024. Ditawarinya dari bulan Mei pertengahan," kata Keanu. 

Baca juga: Bos Hanania Group Ditahan, Ratusan Calon Jemaah Umrah Gagal Berangkat

"Kerja sama dengan Hanania-nya untuk barter itu. Selama perjalanan aja. Jadi itu cuma pekerjaan kontrak untuk satu perjalanan umrahnya, bukan aku bukan BA, aku bukan bukan kayak ada periode waktu tertentu, cuma barter trip, berangkat dan promoin testimoni aku selama aku di sana," tukas dia.

Dalam perkara ini, Direktur Utama Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan (ASF), telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. 

Polisi mencatat kerugian dari sejumlah laporan mencapai puluhan miliar rupiah, termasuk 128 calon jemaah yang gagal berangkat dengan nilai kerugian sekitar Rp12,1 miliar.

Kemudian NN sekira Rp78,8 juta dan laporan meliputi 85 mitra Hanania Group dengan kerugian mencapai Rp20 miliar. 

Pasal yang diterapkan yakni dugaan penipuan dan/atau penggelapan dan/atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 486 KUHP dan/atau Pasal 607 KUHP.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.