Setahun Tanpa Titik Terang, Pelaku Pembunuhan Resma Reta di Rejang Lebong Masih Misterius
Rita Lismini June 10, 2026 05:42 PM

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Tepat satu tahun berlalu sejak peristiwa pembunuhan yang menewaskan Resma Reta (23), warga RT 2 RW 1 Kelurahan Dwi Tunggal, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong.

Hingga kini, kasus tersebut masih belum menemukan titik terang atau terpecahkan. 

Resma Reta ditemukan meninggal dunia pada 10 Juni 2025 dalam kondisi tidak bernyawa di rumahnya.

Peristiwa itu sempat mengundang perhatian masyarakat karena terjadi di lingkungan permukiman warga dan hingga kini pelaku pembunuhan belum berhasil diungkap.

Sejak kejadian tersebut, pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif yang melatarbelakangi tindak pidana tersebut.

Namun, hingga genap satu tahun berlalu, belum ada informasi resmi terkait perkembangan signifikan dalam penanganan kasus tersebut.

Kondisi tersebut membuat keluarga korban masih terus menunggu kepastian hukum atas kematian Resma Reta.

Orangtua korban, Eli, mengaku kesulitan mengungkapkan perasaannya setelah satu tahun berlalu tanpa adanya kabar terbaru mengenai perkembangan kasus yang menimpa anaknya.

"Sudah satu tahun tidak ada kabar. Bahkan tidak ada informasi atau perkembangan terbaru yang disampaikan kepada keluarga,"ungkap Eli saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com pada Rabu (10/6/2026).

Peristiwa Masih Membekas di Ingatan Keluarga

Eli mengatakan, peristiwa yang merenggut nyawa putrinya itu masih membekas dan terus menghantui keluarga hingga saat ini.

Menurutnya, kesedihan dan kekecewaan masih dirasakan karena pelaku pembunuhan belum berhasil ditangkap maupun diungkap identitasnya.

"Kejadian itu masih sangat terasa bagi kami. Sedih ada, kecewa juga ada, karena sampai sekarang pelakunya masih belum tertangkap,"kata Eli.

Ia berharap aparat penegak hukum dapat terus melanjutkan penyelidikan sehingga kasus tersebut dapat terungkap dan memberikan kejelasan bagi keluarga korban.

"Kami berharap ada titik terang. Setidaknya kami bisa mengetahui siapa pelakunya dan apa motif di balik kejadian itu,"harap Eli.

Berharap Kepastian Hukum

Keluarga mengaku saat ini hanya bisa menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan pihak berwenang. Mereka berharap kasus yang telah berjalan selama satu tahun tersebut tidak berhenti dan tetap menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Eli mengaku keluarga bahkan mulai kebingungan untuk mencari informasi mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut.

"Kami sudah bingung mau mengadu ke mana lagi. Rumah yang dulu menjadi tempat berkumpul keluarga sekarang justru selalu mengingatkan kami pada peristiwa yang sampai hari ini belum terpecahkan," tuturnya.

Setahun berlalu, namun luka yang ditinggalkan peristiwa tersebut belum juga sembuh bagi keluarga korban. Di rumah sederhana yang berada di Kelurahan Dwi Tunggal itu, suasana duka masih terasa setiap kali keluarga mengenang Resma Reta.

Ruang tamu yang menjadi lokasi penemuan jasad korban kini seolah menjadi saksi bisu dari peristiwa tragis yang hingga kini belum terungkap.

Sudut rumah yang dahulu menjadi tempat berkumpul keluarga, kini menyimpan kenangan menyakitkan yang terus membayangi orangtua dan kerabat korban.

Bagi keluarga, berlalunya waktu tidak serta-merta menghapus kesedihan. Justru tanggal 10 Juni, ingatan tentang hari nahas yang merenggut nyawa Resma kembali hadir.

Di tengah penantian yang telah berlangsung selama satu tahun, keluarga hanya berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan tersebut, sehingga rasa keadilan yang mereka nantikan dapat terwujud.

"Kami hanya ingin tahu siapa pelakunya dan kenapa anak kami harus mengalami kejadian seperti itu," ujar Eli dengan suara bergetar.

Hingga kini, ruang tamu yang menjadi tempat terakhir Resma ditemukan tak bernyawa masih berdiri seperti sediakala, menjadi pengingat sekaligus saksi bisu atas kasus pembunuhan yang masih menyisakan tanda tanya besar bagi keluarga korban.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.