TRIBUNNEWSMAKER.COM - Aksi demonstrasi yang digelar sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam MBG Watch di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026), mendadak menjadi sorotan publik.
Di tengah terik siang dan padatnya arus lalu lintas ibu kota, massa aksi menyuarakan kritik mereka terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ramai diperbincangkan.
Suasana demonstrasi semakin mencuri perhatian ketika para peserta aksi membentangkan poster berukuran besar di area lampu merah tepat di depan kantor BGN.
Poster tersebut berisi ajakan yang memancing respons langsung dari para pengguna jalan yang tengah melintas.
Tulisan yang terpampang berbunyi, "Bunyikan klakson jika muak dengan program MBG".
Tak berselang lama, suara klakson kendaraan mulai terdengar dari berbagai arah persimpangan jalan.
Sejumlah pengendara motor maupun mobil yang sedang berhenti di lampu merah tampak ikut membunyikan klakson mereka secara bersamaan.
Bunyi klakson yang saling bersahutan berpadu dengan deru mesin kendaraan, menciptakan suasana yang riuh dan penuh perhatian di sekitar lokasi aksi.
Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan paling mencolok selama demonstrasi berlangsung.
Di tengah keramaian itu, seorang pengendara vespa bahkan secara terbuka menyampaikan pendapatnya mengenai program yang sedang diperdebatkan tersebut.
"MBG nggak guna, MBG nggak guna, lebih penting pendidikan," teriak pengendara tersebut sambil mengangkat tangannya.
Baca juga: Sosok Mujazin Investor Dapur MBG yang Marah-marah di Kantor BGN, Mengaku Kena Tipu Rp 218 M
Pernyataan spontan itu langsung menarik perhatian peserta aksi maupun pengguna jalan lain yang berada di sekitar lokasi.
Peneliti Transparency International Indonesia yang tergabung dalam MBG Watch, Agus Sarwono, menjelaskan bahwa ajakan membunyikan klakson sengaja dilakukan untuk mengukur respons masyarakat terhadap tuntutan yang mereka suarakan.
"Kami pengen tahu begitu sebetulnya sampai seberapa besar dukungan publik," kata Agus kepada wartawan.
Menurut Agus, respons para pengendara menjadi gambaran awal mengenai bagaimana masyarakat memandang isu yang sedang mereka angkat dalam demonstrasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa aksi tersebut bukan hanya bertujuan menyampaikan kritik, tetapi juga menguji sejauh mana aspirasi mereka mendapat dukungan dari publik yang lebih luas.
Di sisi lain, fenomena klakson massal itu menunjukkan bagaimana ruang jalanan dapat berubah menjadi arena ekspresi pendapat yang spontan dan terbuka.
Meski berlangsung singkat, suara klakson yang menggema di depan kantor BGN menjadi simbol respons yang menarik perhatian banyak pihak.
Peristiwa itu pun menambah warna dalam dinamika perdebatan publik mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang hingga kini masih menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Aksi demonstrasi tersebut berakhir dengan tertib, namun gaung suara klakson dan berbagai pendapat yang muncul di lokasi masih menjadi bahan perbincangan di kalangan warga maupun pengguna media sosial.
Baca juga: Hadapi Kenaikan Harga BBM, Walikota Bandung Farhan Ambil Langkah Mengejutkan: Efisiensi Operasional
Selain ajakan membunyikan klakson, massa juga membawa sejumlah poster berisi kritik terhadap Program MBG. Di antaranya bertuliskan "Maling Lu! Duit Gue Itu" dan "Beli di UMKM, Ga Pake Markup".
Aksi juga diwarnai massa perempuan yang membenturkan panci dan sutil hingga mengeluarkan bunyi keras sebagai bentuk protes.
Koordinator Advokasi MBG Watch, Galau D. Muhammad, mengatakan demonstrasi tersebut digelar untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap berbagai persoalan yang dinilai muncul dalam pelaksanaan program.
"Hari ini kita berkumpul sebagai simbol kemuakan warga negara," ujarnya saat berorasi.
Selain berorasi, massa membagikan makanan berupa tahu, gorengan, onde-onde, dan lontong kepada masyarakat sekitar sebagai aksi simbolik yang mereka kaitkan dengan isu Program MBG.
Menjelang sore, demonstran melakukan penyegelan simbolis terhadap papan nama Kantor BGN menggunakan pita berwarna kuning dan hitam yang melintang di area depan kantor.
MBG Watch merupakan gabungan sejumlah organisasi masyarakat sipil, antara lain Center of Economic and Law Studies, YLBHI, Koalisi Perempuan Indonesia, dan Aliansi Ibu-Ibu Berisik.
Hingga Rabu sore, aksi MBG Watch di depan Kantor BGN masih berlangsung dalam pengamanan aparat kepolisian.
(Tribunnewsmaker.com/ Tribunnews/ Abdi Ryanda Shakti)