TRIBUNNEWSBOGOR.COM – Tangis Nadia Putri Muda Paramita pecah saat keluar dari ruang ujian Olimpiade Sains Nasional (OSN) di sekolahnya, SDN Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Siswi kelas V sekolah dasar tersebut gagal menuntaskan ujian bukan karena tidak mampu menjawab soal, melainkan karena aliran listrik mendadak padam.
Nadia tampak sangat sedih dan tidak bisa menahan kekecewaannya. Peristiwa mati lampu yang terjadi selama beberapa jam itu langsung membuyarkan konsentrasinya saat sedang berjuang mengharumkan nama sekolah.
"Saya kira hanya akan mati listrik sebentar, tetapi lama, saya juga agak panik," kata Nadia saat ditemui awak media di sekolahnya, Rabu (10/6/2026) siang.
Nadia mengaku panik dan menangis karena menyadari waktu ujian terus berjalan sementara layar komputer atau perangkat ujiannya mati akibat listrik tak kunjung menyala.
Padahal, saat pemadaman terjadi, Nadia sudah berhasil menyelesaikan sebagian besar soal.
Dari total 60 pertanyaan yang diujikan dalam ajang OSN tersebut, Nadia sudah mengisi sekitar 40-an soal.
Kekecewaan mendalam yang dirasakan Nadia sangat beralasan.
Ia sudah melakukan persiapan matang sejak jauh-jauh hari demi bisa tampil maksimal di ajang bergengsi ini.
Persiapan intensif tersebut bahkan sudah ia mulai sejak bulan Januari 2026 lalu.
Melihat usahanya yang terhambat oleh kendala teknis, Nadia pun berharap ada kebijakan dari pihak penyelenggara agar ujian bisa dijadwalkan kembali.
Namun, ia juga mengaku hanya bisa pasrah jika kesempatan itu tidak datang lagi.
"Sebenarnya ingin OSN diulang, tapi gimana lagi, kalau tidak bisa, ya sudah saya ikhlaskan saja," tutur siswi yang memiliki cita-cita besar menjadi seorang diplomat tersebut.
Menurutnya, informasi awal sangat penting agar pihak sekolah bisa melakukan antisipasi.
"Kalau mau ada pemadaman listrik, harusnya kasih tahu dulu biar ada persiapan," terang Nadia.
Nadia memaparkan bahwa ia sebenarnya tidak memiliki ambisi muluk-muluk untuk mendapatkan nilai sempurna dari ajang OSN ini.
Perasaan kecilnya hanya ingin membanggakan orangtua serta sekolahnya melalui jalur prestasi.
"Cita-cita ingin menjadi diplomat, dan ikut OSN itu ingin membahagiakan orangtua dan sekolah," imbuh Nadia dengan nada lirih.
Sementara itu, pihak sekolah membenarkan bahwa kegagalan Nadia murni karena faktor eksternal di luar kemampuan sang siswi.
Guru sekaligus pengawas OSN di SDN Gandasoli, Isop Sopiah, menjelaskan bahwa pemadaman listrik terjadi secara mendadak pada menit-menit akhir pelaksanaan ujian.
Menurut Isop, pelaksanaan OSN di sekolah tersebut dibagi ke dalam tiga sesi. Kendala mati lampu ini menimpa sesi terakhir yang sedang mengujikan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
"Jadi, itu kejadiannya di menit-menit akhir di sesi akhir. OSN ini kita ada tiga sesi, kebetulan mati listrik itu terjadi di sesi ketiga dalam pelajaran IPS yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB," kata Isop saat ditemui di SDN Gandasoli, Rabu (10/6/2026).
Pihak sekolah dan pengawas sempat berupaya mempertahankan situasi di ruang ujian sambil berharap aliran listrik kembali normal sebelum waktu pengerjaan habis.
Namun, hingga durasi yang ditentukan selesai, kondisi wilayah tersebut masih gelap.
"Kami tunggu sampai sesinya habis, tetapi tetap listrik tidak menyala," pungkas Isop.