TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sejak Selasa (9/6/2026) malam, sejumlah BBM non subsidi mengalami kenaikan harga.
Namun per Rabu (10/6/2026), harga sejumlah komoditas pasar rakyat di Kota Bogor sementara ini belum mengalami dampak langsung.
Hal ini diakui oleh pedagang daging hingga pedagang sayur di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor.
Pedagang daging sapi, Rendi, mengaku harga daging sapi yang dia jual kini berada di harga Rp150.000 per 1 Kg.
Harga ini belum mengalami perubahan sejak kenaikan harga jelang Lebaran 2026 kemarin, karena sebelum jelang lebaran berada di angka Rp140.000
"Dari sebelum lebaran sampai sekarang belum turun," kata Rendi kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (10/7/2026).
Sementara untuk daging ayam potong, saat ini per 1 Kg ada yang dijual Rp38.000, Rp40.000, Rp45.000 tergantung jenis ayamnya.
Harga daging ayam ini menurut pedagang masih tergolong normal.
"Idul Adha kemarin naik, sekarang udah turun lagi," kata pedagang daging ayam, Yunus.
Kemudian untuk harga telur, sementara ini menurut pedagang juga masih normal di angka Rp26.000 per 1 Kg.
Sementara untuk harga cabai rawit merah kini berada di angka Rp60.000 per 1 Kg.
"Cabai ini turun, soalnya lebaran Idul Fitri kemarin nyampe Rp100.000, lebar Idul Adha kemarin nyampe Rp90.000," kata Buyung, salah satu pedagang sayur.
Kemudian untuk cabai merah per 1 Kg kini di angka Rp50.000, yang juga mengalami penurunan setelah sempat naik.
Untuk yang mengalami kenaikan, kata pedagang, justru bawang putih, namun kenaikan sudah terjadi dalam lima hari terakhir.
Bawang putih kini berada di harga Rp40.000 per Kg, padahal sebelumnya Rp25.000.
Sementara bawang merah kini Rp45.000 per Kg, kini sedang turun dari Rp60.000.
Buyung mengaku bahwa sebagai pedagang sayur sementara ini dia tak merasakan dampak langsung akibat kenaikan BBM, namun dia tetap khawatir.
Sebab sekarang pembeli atau orang yang berbelanja juga dirasakan pedagang sedang menurun.
"Dari kemarin-kemarin juga udah lama pada ngeluh yang jualan, pengunjungnya pada kurang sekarang," ungkapnya.