BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Di tengah tekanan kenaikan biaya hidup masyarakat akibat mahalnya sejumlah kebutuhan pokok dan ongkos transportasi, Pemerintah Kota Pangkalpinang memastikan tarif air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Pinang atau yg lebih dikenal Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak akan mengalami kenaikan.
Kepastian tersebut disampaikan langsung Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah menjaga daya beli masyarakat di tengah berbagai tekanan ekonomi yang mulai dirasakan warga.
"Harga tetap kami pastikan tidak akan ada kenaikan," tegas Saparudin kepada Bangkapos.com, Rabu (10/6/2026).
Pernyataan ini menjadi perhatian di tengah tren penyesuaian tarif layanan publik di sejumlah daerah, termasuk tarif air bersih, seiring meningkatnya biaya operasional dan tekanan ekonomi akibat kenaikan berbagai komponen biaya, termasuk bahan bakar minyak (BBM).
Sementara itu, sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Pangkalpinang juga masih mengalami fluktuasi harga, mulai dari cabai, ayam potong, hingga komoditas dapur lainnya yang dipengaruhi distribusi dan dinamika pasokan.
Namun demikian, Saparudin memastikan Pemerintah Kota Pangkalpinang tidak akan membebani masyarakat melalui kenaikan tarif air PDAM.
Menurut dia, kondisi keuangan PDAM Kota Pangkalpinang saat ini masih cukup sehat dan bahkan berhasil mencatat keuntungan pada tahun buku sebelumnya.
Saparudin mengungkapkan, sepanjang tahun lalu PDAM Pangkalpinang mampu membukukan laba sekitar Rp4 miliar, sehingga pemerintah kota berpeluang memperoleh bagian keuntungan atau share profit.
"PDAM kita tahun lalu sudah mencatat keuntungan sekitar Rp4 miliar. Dari situ, pemerintah kota akan mendapatkan share profit sekitar Rp600 juta atau kurang lebih 15 persen," jelasnya.
Alih-alih menaikkan tarif kepada pelanggan, Pemkot Pangkalpinang memilih strategi memperluas cakupan layanan agar jumlah pelanggan terus bertambah.
Menurut Saparudin, peningkatan jumlah pelanggan diyakini menjadi langkah lebih efektif untuk memperbesar pendapatan perusahaan dibanding membebankan kenaikan tarif kepada masyarakat.
"Daripada menaikkan harga kepada pelanggan, lebih baik kita maksimalkan lagi jumlah pelanggan. Kalau pelanggan bertambah, keuntungan juga bertambah," ujarnya.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah kota saat ini tengah mengusulkan pembangunan embung serta peningkatan sistem pengolahan air guna memperkuat pasokan air baku.
Usulan tersebut diharapkan dapat memperoleh dukungan pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Saparudin berharap jika kapasitas sumber air baku dan sistem pengolahan meningkat, maka layanan distribusi PDAM dapat menjangkau lebih banyak rumah warga yang selama ini belum terlayani.
"Kita sedang mengusulkan pengadaan embung dan pengolahan air. Harapannya kalau sumber air bakunya bertambah dan sistem pengolahannya lebih baik, layanan PDAM bisa semakin banyak masuk ke rumah-rumah warga yang belum," katanya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)