TRIBUN-MEDAN.com - Kuasa hukum Ruben Onsu mengungkap rincian biaya mencapai ratusan juta rupiah yang dinilai sebagian tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan anak.
Meski kerap memberikan uang nafkah, hingga saat ini Ruben Onsu mengaku kesulitan bertemu anak sejak bercerai pada 24 September 2024.
Padahal diakui sang presenter dirinya selalu rutin membayar biaya nafkah anak ratusan juta sesuai dengan kesepakatan.
Namun nyatanya Sarwendah terus menunda keinginan Ruben untuk bertemu anak, hingga akhirnya pria 42 tahun itu mulai protes dan memberhentikan membayar kewajiban dari akhir 2025.
Baca juga: Wanita di Medan Didakwa Gelapkan Uang Rp 2 Milliar untuk Banyar Pinjol
Lewat kuasa hukumnya, Minola Sebayang akhirnya membongkar rincian nafkah anak yang dibebankan ke Ruben.
Pihaknya merasa ada beberapa nafkah yang memang wajar dibayarkan Ruben. Seperti uang gedung sekolah untuk kedua putrinya, lalu ada uang pokok kebutuhan untuk anak-anaknya.
Namun, Minola merasa pada poin-poin lain yang dinilai janggal.
Menurutnya, pembayaran kebutuhan tersebut tidak seharusnya dibayarkan oleh Ruben, apalagi kini status mereka sudah mantan suami istri.
Minola merasa uang kebutuhan untuk hewan peliharaan anjing dan sarang burung, membayar gaji asisten rumah tangga, driver, hingga uang kebersihan dan listrik rumah tidak seharusnya ditanggung oleh Ruben.
Baca juga: Minta MBG Dihentikan 30 Hari, MBG Watch Tuntut Perbaiki Tata Kelola Hingga Keterbukaan Anggaran
"Menurut kami ada yang memang sesuatu hal yang wajar seperti uang gedung, uang pokok anak," jelas Minola, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Rabu (10/6/2026).
"Lalu ada uang sarang burung, ada laundry, gaji driver, uang doggy, ada kebutuhan buah, uang kebersihan. Ini sebenarnya gaji para pekerja. Ini yang ditangung Ruben bukan uang nafkahanak. Padahal yang seharusnya menjadi tanggung jawab Ruben kan anak."
Selama ini Ruben disebut tidak pernah protes dengan biaya nafkah yang dibebankan padanya.
Namun mirisnya meski semua kebutuhan dibayar Ruben, ia tetap tidak bisa bertemu anak-anaknya.
"Ini sama seperti kebutuhan rumah tangga yang belum bercerai. Itu pun Ruben tidak mengeluh. Tapi apakah Ruben bisa bertemu dengan anaknya? Tidak."
Baca juga: OTT KPK Lanjutan terkait Kasus Bupati Muara Enim Edison, Belasan Orang Diamankan KPK
Jadi kalau misal saat ini Ruben masih menunda membayar kewajiban yang tidak seharusnya dibebankan ke Ruben itu, ya wajar saja. Dia berpikir 'saya dimintai bayar kewajiban untuk anak, tapi anaknya mana?'. Komunikasi aja susah," ucapnya.
Sampai akhirnya, hal itu menjadi alasan Ruben menunda sementara kewajiban membayar biaya nafkah anaknya sampai semua masalah diselesaikan secara baik-baik.
Pun dirinya bisa mendapatkan hak untuk bertemu dua putrinya, yang sudah lama tinggal berpisah.
"Ini yang membuat Ruben berpikir untuk tunda pembayaran nafkah, karena semuanya harus beres dulu," tutup Minola.
Saat memberikan penjelasan soal nafkah anak, Minola sekaligus menunjukkan bukti tangkapan layar rincian yang telah dibuat oleh Sarwendah lewat pesan WhatsApp.
Berikut detail rincian uang nafkah anak yang dibebankan kepada Ruben, kali ini totalnya mencapai Rp243 jutaan.
Uang gedung tahunan sekolah P5 Thalia Rp17.050.000
Uang gedung tahunan sekolah P1 Thania Rp16.500.000
(Kebutuhan) anak 3 pokok dll Rp70 juta
Sarang burung Rp9,3 juta
Laundry Rp3 juta
Listrik dibagi dua ya Rp13,1 juta
Driver Rp7.350.000
KK Anak 3 dll sudah dibagi 30 persen Rp27.380.000
Doggy Rp9,5 juta
Buah Rp7,8 juta
Cimb asuransi Rp3,7 juta
Kebersihan Rp5,2 juta
Gaji Mbak (ART) 1 Rp2.500.000
Gaji Mbak (ART) 2 Rp2.500.000
Gaji Mbak (ART) 3 Rp2.500.000
Gaji Suster Rp3.000.000
Gaji Sus Rp3.850.000
Driver anak 1 Rp8 juta
Les Piano Rp5 juta (2 bulan)
Bimble Rp4.600.000
Balet Rp22.050.000
(Thania ada lomba jadi agak mahal yang ini dan ada privat untuk 2 anak)
Total: Rp243.880.000
(Tribun-Medan.com)