Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar belakangan ini dampaknya mulai dirasakan masyarakat kecil, terutama mereka yang memiliki warung makan pinggir jalan merasakan kenaikan harga bahan pokok.
Hairiah salah satu pegang nasi di Jalan Langko, Kota Mataram mengatakan sejak beberapa minggu terakhir harga bahan pokok mulai naik di antaranya beras hingga daging ayam.
"Beras, minyak hampir semua (naik harganya) kayak bumbu-bumbu juga. Kalau tempe masih relatif harganya," kata Hairiah kepada TribunLombok.com, Rabu (10/6/2026).
Untuk harga daging sampi kata Hairiah masih tergolong normal, hanya saja untuk harga daging ayam melambung terutama sejak lebaran Idul Adha dan kehadiran program makan bergizi gratis (MBG) mengalami kenaikan signifikan.
"Sekara sudah Rp40 ribu sekilo, kemarin saat lebaran Idul Adha sampai Rp50 ribu sekilo. Kemarin-kemarin sebelum ada MBG tidak sampai Rp30 ribu paling Rp28 sekilo," kata Hairiah.
Baca juga: Kenaikan Wisman NTB: Bukan Sekadar Soal Dolar
Ia mengaku sudah bertahun-tahun berjualan nasi di lapak sederhana miliknya itu, namun baru kali merasakan dampak yang luar biasa terhadap kenaikan harga bahan pokok.
Hairiah mengaku ia tidak menaikkan harga nasi yang dijual, hanya saja porsinya mengalami penyesuaian dengan kenaikan bahan pokok tersebut.
"Porsi makanannya yang dikurangi, lauknya lebih sedikit," kata Hairiah.
Ia berharap kondisi seperti ini segera membaik, sebab sejak sebelum puasa harga kenaikan bahan pokok mulai terasa hingga saat ini. Terlebih menurutnya kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang naik mulai hari ini, pasti akan berdampak juga nantinya ke harga-harga yang lain.
(*)