SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus menggenjot sektor pertanian dengan menargetkan perluasan dan bongkar ratoon tanaman tebu seluas 54.906 hektare pada tahun 2026.
Langkah strategis itu diambil, sebagai bentuk komitmen Jatim dalam mendukung program swasembada gula nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno, menjelaskan bahwa target tersebut terdiri dari dua skema utama.
"Tahun ini kami punya target perluasan tanam tebu sebesar 54.906 hektare. Target itu terbagi menjadi 48.322 hektare untuk bongkar ratoon, dan 6.584 hektare untuk perluasan lahan baru," ujar Heru saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Rabu (10/6/2026).
Program bongkar ratoon ditujukan khusus bagi petani dengan kepemilikan lahan maksimal lima hektare.
Selain bantuan bibit, pemerintah juga memberikan bantuan biaya usaha tani sebesar Rp5 juta per hektare untuk meringankan beban petani.
Heru mengakui, bahwa pada awal peluncuran tahun 2025 lalu, petani sempat meragukan kualitas bibit yang disediakan.
Namun, keraguan tersebut kini hilang seiring dengan hasil panen perdana yang memuaskan.
"Tahun ini antusiasme meningkat karena hasil bongkar ratoon 2025 sudah terbukti. Rata-rata rendemen mencapai 6,5, bahkan di beberapa daerah mencapai lebih dari 7. Kami memprediksi rendemen tahun 2026 bisa meningkat hingga 7,8," tambahnya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa wilayahnya dipercaya menjadi garda terdepan dalam penguatan industri gula nasional.
Dengan kontribusi mencapai 51 persen terhadap produksi gula nasional, Jatim memikul tanggung jawab besar untuk menjaga stabilitas stok gula konsumsi maupun industri.
"Tahun ini Presiden menargetkan swasembada gula konsumsi, tahun depan diharapkan mencakup gula industri. Kami akan menjawab amanah ini dengan kerja keras, kerja cerdas dan kolaborasi di 24 kabupaten sentra tebu," tegas Khofifah.
Sebagai upaya mitigasi tantangan di masa depan, Pemprov Jatim juga akan terus memberikan dukungan melalui berbagai kebijakan, di antaranya:
Keberhasilan Jatim dalam memproduksi 1.343.995 ton gula kristal putih pada 2025, menjadi bukti nyata efektivitas program-program yang dijalankan.
Melalui sinergi antara inovasi teknologi dan pendampingan petani, Jawa Timur optimistis mampu mempertahankan perannya sebagai produsen gula utama, sekaligus mewujudkan target swasembada gula nasional yang berkelanjutan.