Maluku Ajukan Hilirisasi Ubi Kayu di Buru Selatan, Bidik Produksi Etanol dan Beras Singkong 
Mesya Marasabessy June 10, 2026 09:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah Provinsi Maluku mengusulkan pengembangan industri hilirisasi ubi kayu terintegrasi di Kabupaten Buru Selatan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan, mendorong investasi, dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan Maluku.

Usulan tersebut disampaikan langsung Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam pertemuan di Jakarta pada Selasa (9/6/2026). 

Proposal yang diajukan mendapatkan respon positif dari Kementerian Pertanian termaksud dukungan terhadap sejumlah kebutuhan alat dan mesin pertanian untuk mendukung pelaksanaannya.

“Kami datang bersama Tim Ahli Gubernur untuk menyampaikan proposal hilirisasi ubi kayu yang akan dilaksanakan di Kabupaten Buru Selatan. Daerah tersebut memiliki lahan yang sangat potensial untuk pengembangan perkebunan ubi kayu dalam skala besar yang nantinya terintegrasi dengan industri pengolahan,“ kata Hendrik.

Program tersebut dirancang tidak hanya berfokus pada budidaya tanaman, tetapi juga membangun rantai industri dari hulu hingga hilir.

Pemerintah daerah menargetkan pengembangan produk turunan bernilai ekonomi tinggi, terutama beras ubi kayu atau beras singkong dan etanol. 

Baca juga: Sambut Pejabat Baru, Bupati SBT Dorong Sinergi Kejaksaan dan TNI tuk Kawal Pembangunan Daerah

Baca juga: PLN Tuntaskan Perbaikan Sistem Kelistrikan di IWIP, Pasokan Listrik Tetap Terjaga

Menurut Hendrik, pengembangan industri berbasis ubi kayu memiliki prospek yang luas karena komoditas tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan sekaligus bahan baku energi terbarukan yang sementara gencar-gencarnya didorong Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. 

“Hasil akhir yang ingin kami capai adalah produksi beras ubi kayu dan etanol. Program ini sejalan dengan visi presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional,“ujarnya.

Selain menjadi alternatif sumber pangan, beras singkong dinilai memiliki potensi pasar yang harus terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan diversifikasi pangan nasional. 

Sementara etanol menjadi salah satu komoditas yang diproyeksikan mendukung pengembangan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. 

Dalam pertemuan tersebut sejumlah usulan bantuan alat dan mesin pertanian yang diajukan Pemerintah Provinsi Maluku juga mendapat persetujuan untuk ditindaklanjuti

“Proposal kami mendapat respon yang sangat positif. Beberapa kebutuhan alat dan mesin pertanian bahkan langsung diputuskan untuk direalisasikan,”beber Hendrik.

Meski memiliki potensi besar, pengembangan sektor pertanian dan agroindustri di Maluku masih menghadapi berbagai tantangan.

Keterbatasan infrastruktur, biaya logistik yang tinggi, akses pembiayaan, hingga kebutuhan investasi industri pengolahan menjadi faktor yang harus diatasi agar program dapat berjalan optimal. 

Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku membuka peluang kolaborasi dengan badan usaha milik negara, sektor swasta, dan investor untuk memperkuat ekosistem hilirisasi pertanian di daerah. 

“Hilirisasi pertanian bukan hanya soal meningkatkan produksi, tetapi bagaimana menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,“ ujar Hendrik. 

Ia menegaskan, jika program hilirisasi ubi kayu dapat direalisasikan secara terintegrasi, Buru Selatan berpeluang berkembang menjadi salah satu sentra agroindustri baru di kawasan timur Indonesia. 

Kehadiran industri pengolahan juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat struktur ekonomi daerah yang selama ini masih bergantung pada sektor primer.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Bupati Buru Selatan, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Tim Ahli Gubernur Maluku, serta Kepala Badan perhubungan provinsi Maluku. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.