Blak-blakan Prabowo Singgung Jokowi yang Jarang ke luar Negeri: Dia Tidak Peduli Politik 
Rita Lismini June 10, 2026 09:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Terdapat momen menarik saat Prabowo Subianto buka suara soal sering kunjungan kerja (Kuker) ke luar negeri. 

Mulanya dia merasa heran dengan rakyatnya sendiri yang tidak mendukungnya soal kuker ke luar negeri tersebut. Prabowo pun sontak membandingkan dengan Presiden ketujuh yakni Jokowi.

Pasalnya, Prabowo menyebutkan Jokowi juga sering disalahkan oleh publik karena jarang mengadakan kunjungan luar negeri selama menjabat. 

"Jadi, ada presiden kayak Pak Jokowi yang jarang ke luar negeri, disalahkan ya kan ‘Jokowi enggak pernah ke luar negeri. 

Jokowi tidak peduli politik luar negeri’," kata Prabowo di Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Munas Hipmi) XVIII di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).

"Saya sering ke luar negeri, (dibilang) ‘Prabowo sering ke luar negeri’. Aneh. 

Sebenarnya tidak ada masalah gitu, bener enggak," lanjutnya. 

Menurut Prabowo, situasi geopolitik saat ini telah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Situasi mungkin berubah, sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau. 

Kita tidak tahu kawan siapa, lawan siapa. 

Kita beruntung, saya beruntung," ujar dia. Prabowo pun menegaskan, sejak lama, kebijakan politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif.

Oleh karena itu, Indonesia menjalin hubungan baik dengan banyak pihak dan tidak mau terlibat dengan pakta-pakta militer siapapun. "

1000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh," kata Prabowo.

Prabowo mencontohkan, ia menjalin  hubungan baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan juga dengan Presiden Amerika Serikat Presiden Trump. 

"Sekarang saya baik sama Presiden Putin, baik saya. Tapi saya baik juga sama Presiden Trump. 

Di sini saya disalahkan di situ saya disalahkan. Tapi enggak ada masalah," kata dia.

Intinya, Prabowo menekankan agar semua pihak bekerja keras bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Noise selalu ada yang penting kita yakin garis kita di mana. Selama saya yakin saya kerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia selamanya saya tidak ragu-ragu," tutupnya. 

Prabowo Instruksikan Belajar Bahasa Prancis

Presiden Prabowo Subianto membuat geger publik usai menginstruksikan sekolah di Indonesia belajar Bahasa Prancis usai kunjungan kerja. 

Diketahui, Prabowo sudah empat kali melakukan kunjungan ke negara Peancis sejak menjabat 20 Oktober 2024 lalu. 

Namun, kunjungan keempat iniPrabowo mengaku telah menginstruksikan sekolah-sekolah di Indonesia untuk belajar bahasa Perancis. 

"Sekarang, saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Perancis, melihat perkembangan dunia ke depan," kata Prabowo saat memberikan pernyataan bersama Presiden Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Perancis, Kamis (28/5/2026). 

Prabowo mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia dan Perancis di masa depan.

Menurut Prabowo, hubungan Indonesia dan Perancis saat ini berada pada fase terbaik dan terus berkembang di berbagai sektor strategis. 

Ia menyebut kerja sama kedua negara semakin erat, mulai dari bidang pertahanan, pendidikan, sains dan teknologi, hingga investasi. 

Prabowo berpandangan, kuatnya hubungan kerja sama Indonesia dan Perancis ini karena peran dan dukungan dari Presiden Perancis Emmanuel Macron. 

"Dalam beberapa hal, Indonesia dan Prancis memiliki sikap yang sama dan saat ini hubungan bilateral kita sangat baik, ini tidak lain adalah karena dukungan langsung dari Presiden Macron," tuturnya.

Tahun Ini Sudah 3 Kali ke Perancis

Pada kesempatan itu, Prabowo menyinggung intensitas kunjungannya ke Perancis yang terus meningkat dalam setahun terakhir. 

Bahkan, lawatan kali ini merupakan kunjungannya yang ketiga dalam tahun ini.

Sebelumnya Prabowo juga telah melakukan kunker ke Perancis pada 23 Januari dan 14 April.  

"Sebagaimana diketahui, tahun ini saja saya sudah tiga kali ke Perancis," ucap Prabowo. 

Menurut Prabowo, Indonesia adalah negara di Asia pertama yang ikut defile di benua Eropa. 

Di hadapan Presiden Emmanuel Macron, Prabowo menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas sambutan yang baik dari pemerintah setempat. 

Prabowo mengatakan, hubungan Indonesia dan Perancis saat ini berada pada tingkat terbaik selama ini. 

Menurut dia, eratnya hubungan kedua negara tidak lepas dari dukungan langsung Macron dalam memperkuat kerja sama bilateral Indonesia dan Perancis. 

"Saya sependapat, Yang Mulia, hubungan Indonesia dan Perancis berada di tingkat menurut saya yang terbaik selama ini," tuturnya. 

Ia menilai Perancis menjadi salah satu mitra strategis penting Indonesia di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian dan konflik. 

Prabowo menyebut kerja sama kedua negara terus berkembang di berbagai bidang, mulai dari pertahanan, pendidikan, energi bersih, sains dan teknologi, hingga investasi. 

“Kita tentunya akan lihat dalam saat yang mendatang kerja sama yang lebih konkret, lebih seimbang, dan lebih berdampak,” kata dia.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.