Warga Tanjung Selor dan Komunitas Motor Mengeluh Biaya BBM Membengkak Buntut Harga Pertamax Naik
Cornel Dimas Satrio June 10, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax menjadi Rp17.000 per liter mulai menimbulkan kerisauan masyarakat Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di berbagai kalangan.

Mulai dari karyawan swasta, pemerintahan hingga komunitas club motor di Tanjung Selor mengaku keberatan Harga Pertamax Naik.

Sebelumnya, harga pertamax Rp12.900 per liter, namun sekarang naik Rp4.100, menjadi Rp17.000 per liter.

Selama ini, Pertamax menjadi alternatif utama ketika pertalite subsidi kosong di sejumlah SPBU, di Tanjung Selor.

Seorang pengendara, Agus mengaku terbebani dengan kenaikan harga pertamax.

"Rata-rata kalau pertalite habis kan masyarakat beralih ke pertamax. Tapi pertamax sekarang Rp17.000, ya gimana. Apalagi kalau dikaitkan dengan gaji masyarakat saat ini yang berbeda-beda, ada yang cukup, ada yang kurang," ujar Agus saat hendak mengisi BBM di SPBU Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, Rabu (10/6/2026).

Agus berharap kenaikan harga pertamax tidak berlangsung lama, mengingat stok BBM subsidi di Tanjung Selor kerap kosong di sejumlah SPBU.

"Harapannya kalau bisa harga pertamax ini kembali seperti sebelumnya. Karena pertamax ini kan substitusi, jika BBM subsidi pertalite sedang kosong, kita beralih ke pertamax," katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan pegiat komunitas motor di Tanjung Selor, Atiq.

Ia mengaku mulai merasakan dampak kenaikan harga pertamax karena sepeda motor miliknya menggunakan BBM non subsidi tersebut.

10062026 SPBU Jalan Sengkawit Tanjung Selor 02
HARGA PERTAMAX NAIK - Aktivitas masyarakat yang melakukan pengisian BBM di salah satu SPBU di Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara, Rabu (10/6/2026). Warga dan komunitas motor mengeluhkan biaya pengeluaran BBM membengkak imbas Harga Pertamax Naik.

Baca juga: Pertamax Naik Jadi Rp 17.000 Per Liter, Sudah Dua Hari Stok BBM di Tanjung Selor Bulungan Kosong

Menurutnya, kenaikan hingga Rp4.000 per liter cukup mengejutkan dan membuat pengeluaran kebutuhan bahan bakar semakin besar.

"Kita tidak mau ada agenda touring lagi dalam waktu dekat, karena beli BBM Rp100.000 jadi semakin tidak terasa," ucap Atiq.

Ia mengatakan, biaya operasional kendaraan kini meningkat, terutama bagi anggota komunitas motor yang kerap melakukan perjalanan jarak jauh.

"Mau tidak mau kita harus atur lagi pos-pos pengeluaran ini dengan pemasukan kita kan," sebutnya.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.