Serangan Amerika Serikat (AS) pada Rabu (10/6/2026) dini hari waktu setempat menghancurkan dua waduk penting di Iran.
Akibatnya, ribuan warga yang tinggal di wilayah selatan kehilangan akses air minum.
Waduk yang hancur memasok air ke daerah Bemani dan Kouhestak di Kota Sirik, Provinsi Hormozgan.
Otoritas setempat mengatakan, kedua waduk itu mampu menampung 2.500 meter kubik.
Dalam keadaan normal, air waduk berperan penting dalam memenuhi kebutuhan minum warga.
Saat ini, hampir 20 ribu warga kehilangan akses air minum di tengah gelombang panas yang mencapai 45-50 derajat Celcius.
Adapun kerugian akibat hancurnya dua waduk tersebut diperkirakan mencapai Rp 260 miliar.
Otoritas setempat memperingatkan bahwa perbaikan infrastruktur air itu membutuhkan waktu lama.
Untuk sementara, tim darurat membantu penduduk dengan cara menyediakan air melalui truk tanki atau memasang pompa alternatif.
Sebelumnya, proyektil menghantam Pulau Qeshm dan Provinsi Hormozgan di selatan Iran.
AS mengakui bahwa pihaknya meluncurkan serangan untuk membalas Iran atas penembakan helikopternya.
Iran yang tidak terima kemudian menyerang balik dengan menargetkan pangkalan AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait.