Peringatan Wafat Bung Karno, Akademisi Ingatkan Keadilan Sosial Belum Sepenuhnya Terwujud
Dyan Rekohadi June 11, 2026 12:50 AM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA -  Menjelang peringatan wafat Bung Karno pada 21 Juni, Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, mengingatkan bahwa cita-cita keadilan sosial yang diperjuangkan Sang Proklamator belum sepenuhnya terwujud.

Ia menilai meningkatnya PHK, melemahnya daya beli, dan kesenjangan sosial menjadi bukti nyata.

Supangat menegaskan, Bung Karno sejak awal menempatkan kemerdekaan sebagai sarana untuk menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Pemikiran itu tertuang dalam karya-karya dan pidato beliau, termasuk Lahirnya Pancasila.

Baca juga: Jombang atau Surabaya Tempat Lahir Bung Karno? Ini Fakta dan Kajiannya

 

Marhaen dan Demokrasi Sosial 

Menurut Supangat, konsep Marhaen yang diperkenalkan Bung Karno masih relevan dengan kondisi pekerja informal, pengemudi daring, hingga pelaku usaha mikro saat ini. 

Mereka menghadapi persoalan serupa: mampu bekerja, namun terkendala sistem ekonomi yang belum memberi kesempatan setara.

Ia juga menyoroti gagasan sosio-demokrasi Bung Karno.

Demokrasi, katanya, tidak cukup berhenti pada hak memilih, tetapi harus diwujudkan melalui pemerataan kesejahteraan, akses pendidikan, perlindungan tenaga kerja, dan penegakan hukum yang adil.

Supangat menutup dengan pesan bahwa momentum peringatan wafat Bung Karno harus menjadi pengingat untuk meneguhkan kembali komitmen bangsa dalam melanjutkan cita-cita Indonesia yang adil, makmur, dan berkeadilan sosial.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.