BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Diduga aksi pencurian emas di toko emas Antiya di Pasar Los Batu Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tersebar di Media Sosial (Medsos) Instagram di wilayah HSS.
Berdasarkan rekaman dari video Instagram milik Toko Antiya Kandangan tersebut, memperlihatkan diduga para pelaku pencurian yang tengah sibuk memilih emas berupa cincin dan kalung saat kondisi toko sedang ramai.
Rekaman dan detik ketika terjadi dugaan aksi pencurian disampaikan oleh pemilik toko melalui akun Instagram.
Terpisah, dikonfirmasi, pemilik toko emas Antiya, Rahmiliyanti membenarkan atas dugaan pencurian dan isi postingan tersebut yang tengah dialaminya, Senin (8/6/2026), sekitar pukul 11.45 Wita.
“Ada tiga orang perempuan, dengan ciri-ciri seperti dari video tersebut. Seingat saya baru melihat mereka itu, apalagi saat kejadian kondisinya sedang ramai,” katanya memulai menjelaskan, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: Cegah Aksi Balap Liar, Satlantas Polresta Banjarmasin Optimalkan Patroli Presisi
Emas yang diduga dicuri yakni satu kalung emas poles seberat 8 gram, dengan kisaran harga saat ini Rp8,8 juta.
Saat pertama datang ke toko, hanya satu orang perempuan berbaju, kerudung hitam dan berkacamata, katanya hanya sendirian, kemudian masuk ke dalam area toko.
Tidak berselang lama datang dua orang lainnya perempuan, satu tidak pakai kerudung berambut pendek, satunya kerudung dan pakai masker. Tapi saat itu mereka tidak terlihat berbincang.
“Kerudung hitam memilih kalung, sedangkan yang tidak pakai kerudung memilih cincin. Saat itu saya juga yang melayani. Jadi saat dipegangnya, entah bagaimana masuk ke sela tangan, kemudian diambil oleh perempuan pakai kerudung bermasker, sangat cepat,” terangnya.
Kecurigaan sebenarnya sudah ditaruh Rahmiliyanti sejak awal, apalagi satu orang tidak mau melepas masker, satunya membuat dirinya sibuk dengan meminta untuk memperlihatkan berbagai jenis cincin, seakan salah terus yang dikeluarkan ke atas meja kaca. Namun, mereka tidak mau berpindah dari toko dengan durasi sekitar 30 menit di toko tersebut.
Sampai akhirnya, hanya memilih-milih saja tanpa ada melakukan pembelian.
“Ketika mereka keluaran dan pergi menjauh dari toko, saya coba mengikuti untuk memastikan apakah mereka berteman atau tidak karena barengan, ternyata berteman. Namun, sudah jauh, kemudian segera mengecek CCTV hanya saja terfokus ke salah satu saja yang memilih cincin. Sehari selanjutnya, Selasa baru mengecek lagi ternyata kalung yang diambil. Saat cek hitungan jumlah kalung memang tidak ada lagi,” ceritanya.
Selesai dari toko Antiya, mereka bertiga sempat mencoba ke toko lain, tetapi tidak jadi. Saat itu, Rahmiliyanti memperhatikan apakah rombongan atau tidak.
Sampai hari ini tadi, Rahmiliyanti belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Diakuinya, ini menjadi kejadian kasus kedua atas pencurian di toko miliknya yang pertama sekitar satu tahun lalu dan dilaporkan ke pihak kepolisian.
Namun, ia mendapatkan kabar dari teman bahwa para perempuan tersebut juga ada beraksi di wilayah Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
“Menurut teman saya ciri-cirinya pun sama dengan orang dalam video di toko saya ada tiga orang. Hanya saja tidak ada kehilangan mungkin tidak sempat, tetapi mereka juga membuat sibuk pemilik toko,” bebernya.
Dari kejadian ini, Rahmiliyanti bersama pegawainya lebih berhati-hati ketika ada pembeli dengan memperhatikan lebih serta mengeluarkan barang sedikit demi sedikit saja, bagi masker diwajibkan harus melepas.
Dirinya berharap, terduga pelaku pencurian tadi dapat dikenali oleh masyarakat dan melaporkan bila mengetahui, serta berhati-hati. (Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan)