TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah dinamika pasar keuangan Indonesia sepanjang 2026, sejumlah institusi keuangan regional melihat peluang untuk memperkuat ekspansi bisnisnya di Tanah Air.
Salah satunya, CIMB Group Holdings Berhad yang berkomitmen terhadap pasar Indonesia sekaligus membuka peluang aksi korporasi melalui merger dan akuisisi (M&A).
"Bagi investor yang melihat potensi jangka panjang Indonesia, tentu saat ini merupakan waktu yang tepat untuk masuk,” ujar Chief Executive Officer CIMB Group, Novan Amirudin dilansir Bloomberg, dikutip dari Kontan, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: Pengusaha Jepang Soroti MoU Mandek, Data Investasi Menunjukkan Ini
Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa salah satu kelompok perbankan terbesar di Asia Tenggara tersebut yakin bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih menjadi daya tarik bagi investor regional maupun global.
CIMB tetap optimis terhadap peluang bisnis di Indonesia meskipun kondisi pasar saat ini cukup menantang dan investor masih memperhatikan berbagai kebijakan ekonomi pemerintah.
Saat ini, CIMB sedang menilai beberapa aset dan peluang bisnis yang dapat memperkuat posisinya di Indonesia, terutama di bidang pengelolaan kekayaan (wealth management) dan layanan keuangan khusus lainnya.
Menurut Novan, pihaknya juga terbuka untuk masuk ke sektor bisnis yang lebih spesifik dan belum dimiliki saat ini rencana ekspansi ini sejalan dengan tren penggabungan dan konsolidasi yang masih terjadi di industri perbankan Asia Tenggara.
Indonesia dinilai tetap menjadi pasar yang menarik karena memiliki jumlah penduduk yang besar, sektor jasa keuangan yang terus berkembang, serta kebutuhan pendanaan yang semakin tinggi untuk pembangunan infrastruktur dan transformasi ekonomi.
Pandangan positif juga datang dari Malayan Banking Berhad (Maybank).
Presiden dan Group CEO Maybank, Khairussaleh Ramli, menilai bahwa ekonomi Indonesia masih memiliki peluang tumbuh yang baik dalam jangka menengah dan panjang meski ada berbagai tantangan dalam operasional bisnis dan kondisi pasar yang terus berubah, Maybank tetap menganggap Indonesia sebagai salah satu pasar penting dalam jaringan bisnisnya di kawasan.
Saat ini, Indonesia menyumbang sekitar 5 persen dari total laba grup Maybank.
Optimisme yang ditunjukkan oleh dua bank terbesar Malaysia ini menunjukkan bahwa meskipun pasar sedang bergejolak, Indonesia masih dianggap sebagai tujuan investasi yang menarik untuk jangka panjang.
Saat ini CIMB Group sudah ada di Indonesia lewat PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Asetnya per Maret 2026 mencapai Rp 368,22 triliun dengan total oustanding pembiayaan mencapai Rp 235,14 triliun.