TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Antrean kendaraan roda dua atau sepeda motor tampak mengular panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Lenteng Agung, Jakarta, pada Rabu (10/6/2026) malam.
Pantauan Tribunnews, pada pukul 21.35 WIB, antrean panjang didominasi oleh para pengendara motor yang mengantre di mesin pompa bensin berjenis Pertalite.
Sementara itu, di mesin pompa Pertamax, tertera tulisan bahwa persediaan habis dan sedang dalam perjalanan.
Bahkan, sesekali terjadi antrean sepeda motor yang ingin mengisi BBM jenis Pertalite mengular ke Jalan Raya Lenteng Agung arah Jakarta.
Selain persediaan Pertamax yang kosong, kondisi antrean Pertalite pada malam hari ini tidak lepas dari imbas kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax RON 92 dan Pertamax Green RON 95.
Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) secara resmi menaikkan harga kedua jenis BBM tersebut mulai Rabu, 10 Juni 2026 pukul 00.00 WIB.
BBM jenis Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan cukup signifikan, dari harga sebelumnya Rp12.300 kini menjadi Rp16.250 per liter.
Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) juga mengalami kenaikan dari harga sebelumnya Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Imran (46), warga Jagakarsa mengungkapkan jika sepeda motornya terpaksa harus beralih dari bahan bakar Pertamax ke Pertalite.
Sebab, kata dia, kenaikan harga Pertamax dinilai terlalu tinggi.
Apalagi, Imran yang berprofesi sebagai kurir pengantar obat herbal harus berkeliling setiap harinya di wilayah Jakarta, Depok dan Bekasi.
Baca juga: Harga Pertamax Naik, Pakar UGM Wanti-wanti Peralihan Konsumen ke Pertalite
“Biasanya pakai Pertamax, apalagi motor sudah lama. Tapi kalau begini (naik harga Pertamax), mau enggak mau pakai Pertalite,” ujar Imran dari atas jok motor Yamaha Vega R kepada Tribunnews.
Ia juga beralasan memilik waktu mengisi BBM pada malam hari, karena dirasa memiliki waktu untuk mengantre.
Imran mengaku khawatir jika pengisian BBM pada pagi hari, justru lebih lama mengantre dan memotong jam kerjanya untuk mengantar paket.
“Ini sebelum pulang isi bensin dulu. Pagi suka ramai,” jelasnya.
Sementara, Ivan (39), warga Kebagusan mengatakan kenaikan harga BBM jenis Pertamax memberatkan bagi dirinya.
Sebab penghasilan bekerja kantoran tidak bertambah, tetapi pengeluaran untuk membeli BBM bertambah.
Sambil menunggu antrean mengisi Pertalite, Ivan berharap jika harga Pertamax kembali ke Rp 12.100,-.
Sehingga, dirinya bisa kembali mengisi BBM untuk sepeda motornya ke jenis Pertamax.
“Sementara pakai Pertalite dulu, kalau harga (Pertamax) sekarang, engga sanggup buat harian ngantor,” tandasnya.