Infrastruktur Mulai Pulih, Warga Rasakan Dampak Rehabilitasi Pascabencana
Ansari Hasyim June 11, 2026 04:03 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dilakukan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mulai menunjukkan hasil nyata di sejumlah wilayah Aceh.

Perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan hunian tetap (huntap), serta pemulihan fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak bencana.

Koordinator Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Safrizal ZA, terus mengawal percepatan pemulihan di berbagai daerah agar seluruh program pembangunan berjalan sesuai target dan kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Rehabilitasi Pascabencana di Aceh Terus Berjalan, 4.291 Huntara Rampung Dibangun

Salah satu program prioritas yang menjadi perhatian adalah pembangunan hunian tetap bagi korban banjir dan tanah longsor.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, dari 40 lokasi yang diusulkan untuk pembangunan huntap, sebanyak 37 lokasi telah dinyatakan siap untuk dibangun.

“Progres ini menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan kehidupan masyarakat terdampak,” kata Safrizal ZA, Rabu (10/6/2026).

Selain pembangunan rumah, pemulihan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, sekolah, serta fasilitas umum lainnya juga terus dilakukan guna mendukung kembali aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Dampak dari pembangunan tersebut mulai dirasakan langsung oleh warga. Ahmat Amin, warga Kabupaten Bireuen, mengaku kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa waktu setelah bencana melanda.

“Sekarang akses ke kota lebih mudah, anak-anak bisa bersekolah di gedung yang layak, dan kami punya kesempatan mengembangkan usaha. Ini perubahan yang sangat berarti bagi kami,” ujar Ahmat.

Menurutnya, program rehabilitasi yang dijalankan pemerintah tidak hanya memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga mengembalikan semangat masyarakat untuk bangkit dari keterpurukan akibat bencana.

Melalui pembangunan infrastruktur, penyediaan hunian tetap, serta berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat, Satgas PRR berupaya memastikan proses pemulihan berlangsung secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Pemulihan pascabencana, lanjutnya, bukan sekadar membangun kembali fasilitas yang rusak, melainkan membantu masyarakat kembali menjalani kehidupan yang aman, produktif, dan sejahtera.

Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi, progres rehabilitasi dan rekonstruksi yang berjalan di sejumlah daerah menjadi bukti bahwa pemulihan yang terencana dan melibatkan berbagai pihak mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Aceh.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.