Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Harga bawang putih di Kabupaten Pesawaran menjadi sorotan pada awal Juni 2026 setelah mengalami kenaikan cukup signifikan.
Baca juga: Polisi Ungkap Identitas Lansia yang Ditemukan Tewas dalam Sumur di Tanggamus
Komoditas ini naik dari Rp28.000 menjadi Rp35.000 per kilogram yang mulai berlaku sejak 8 Juni, diduga dipengaruhi oleh penyesuaian pasokan di tingkat distribusi serta fluktuasi stok dari daerah pemasok.
Meski demikian, kondisi harga pangan strategis lainnya di wilayah tersebut masih menunjukkan kecenderungan stabil.
Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran hingga 10 Juni 2026, sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat tidak mengalami lonjakan berarti dan tetap berada dalam rentang harga yang terkendali.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran, Hendra Sulistianto, menuturkan bahwa dinamika harga yang terjadi masih dalam batas kewajaran.
“Secara umum, harga pangan di Kabupaten Pesawaran masih stabil. Beberapa komoditas mengalami kenaikan atau penurunan, namun perubahannya masih dalam batas wajar dan ketersediaan pasokan tetap terjaga,” ujar Hendra kepada Tribun Lampung, Rabu (10/6/2026).
Dari hasil pendataan lapangan, beras medium tercatat tidak mengalami perubahan harga dan tetap berada di level Rp13.200 per kilogram sejak awal bulan. Kondisi serupa juga terjadi pada bawang merah yang bertahan di angka Rp50.000 per kilogram.
Sementara itu, pergerakan harga terjadi pada sejumlah komoditas cabai. Cabai merah keriting mengalami penurunan dari Rp48.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah turun dari Rp75.000 menjadi Rp65.000 per kilogram pada 9 Juni dan kemudian stabil hingga 10 Juni. Adapun cabai rawit hijau tidak menunjukkan perubahan dan masih berada di Rp60.000 per kilogram.
Untuk kebutuhan protein hewani, harga telur ayam ras tercatat Rp26.000 per kilogram, daging ayam ras Rp35.000 per kilogram, serta daging sapi murni tetap di angka Rp140.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan tidak adanya tekanan harga yang berarti pada sektor protein.
Komoditas pangan lain juga terpantau relatif konsisten. Gula pasir berada di Rp18.000 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp23.000 per liter, minyak goreng curah Rp21.000 per liter, serta Minyakita Rp15.700 per liter. Sementara itu, tepung terigu curah masih bertahan di Rp9.000 per kilogram dan tepung terigu kemasan di Rp13.000 per kilogram.
Hendra menegaskan pihaknya akan terus melakukan pemantauan berkala guna menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen.
“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga ketersediaan stok dan mengantisipasi potensi kenaikan harga, terutama pada komoditas yang sensitif terhadap perubahan cuaca dan distribusi. Kondisi harga yang relatif stabil diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah,” jelasnya.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)