BANJARMASINPOST.CO.ID- Tekstur kenyal, rasa yang dominan manis, ditambah bermacam varian rasa membuat mochi jajanan asal Jepang kini banyak digandrungi berbagai kalangan.
Isian rasa mulai dari kacang merah, cokelat, stroberi, hingga kini pistachio kunafa yang sedang viral menjadikan mochi salah satu jajanan dengan harga relatif terjangkau yang menjadi primadona.
Peluang tersebut rupanya menarik perhatian Nur Aulia Azizah wirausaha muda yang sukses meraih jutaan rupiah dalam sehari dari jajanan kenyal mochi yang ia sulap menjadi berbagai macam varian bahkan minuman.
Tak langsung berhasil dalam sekejap mata, wanita berusia 22 tahun ini mengaku memang sudah tertarik terjun ke dunia wirausaha di usia muda tepatnya bangku sekolah dasar (SD).
Baca juga: UMKM Kalsel- Kerupuk Ikan Haruan Mama Tuti di Tapin Kalsel, Gunakan Resep Warisan Keluarga
Sejak masih berusia sangat muda, Aulia mulai aktif berdagang menu olahannya seperti kimbab, samyang rol, zuppa sup, bahkan slime.
Bukan sekadar iseng, semua usaha tersebut dilakukan Aulia untuk memperbaiki kondisi ekonominya yang harus berjuang mandiri dari usia dini.
“Sempat punya uang Rp 50 ribu saja di dompet, jadi kepikiran harus diputer lagi uangnya pernah selama satu bulan makan mi goreng sama telur aja itu pun satu hari sekali aja saking gak uang,” tutur ibu muda tersebut.
Di tengah kesibukannya sebagai seorang istri, ibu, dan wirausaha, Aulia pun perlahan mulai mendirikan usaha Mochibliss miliknya yang kini sukses meraih keuntungan fantastis. “Awal merintis sebelumnya udah kejual tabungan emas dan baju baju favorit aku,” tuturnya.
Siapa sangka usahanya yang baru tiga bulan belakangan didirikan Aulia berhasil mendapat perhatian khususnya bagi pecinta camilan manis.
Berlokasi di halaman Alfamidi, Bumi Mas Raya, Banjarmasin, Mochibliss menawarkan berbagai menu unik seperti es mochi, mochi daifuku, cheese cuit, berbagai dessert strawberry choco pistashio kunafa dan strawberry mochi choco lava serta pudding fla.
Semua camilan tersebut diproduksi langsung oleh Aulia dan karyawan untuk menjaga kualitas.
Dan hasilnya, baru tiga bulan berdiri tersebut, usahanya berhasil menjual hingga ratusan item setiap harinya.
Harga yang relatif terjangkau mulai dari Rp 7 ribu hingga Rp 85 ribu ini juga menjadikan produk kulinernya dapat dengan mudah dicapai berbagai kalangan yang hendak mencicipi.
“Untuk mochi daifuku (12k-25k) setiap hari terjual 50 pieces, untuk es mochi terjual 10-15cup perhari (35k-45k) cheese cuit terjual 10 cup perhari (15k-20k) dan dessert dari harga 25k sampai 85k terjual bisa 5-12 menu berbeda-beda,” terangnya.
Baca juga: UMKM Kalsel- Warung Ketupat Hj Ramlah di Gang Jemaah Banjarmasin, Jejak Kuliner Banua Sejak 1973
Dalam waktu 3 bulan, kini Aulia sudah memiliki lima orang pegawai yang membantunya. Tak sampai disitu, dalam kurun wakti dekat Aulia berencana untuk kembali menambah daftar usaha kulinernya tersebut.
Kemajuan teknologi terutama media sosial menjadi salah satu akses mempermudah produknya dikenal berbagai kalangan.
Selain rasanya yang memanjakan lidah, produknya ramai diminati lantaran kerap viral hingga memunculkan rasa penasaran. (Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu S)