Gabriel Sanggel Ceritakan Detik-Detik Gempa M 7,7 Mengguncang Kawio Sangihe: 'Istri Saya Menangis'
Frandi Piring June 11, 2026 11:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - SANGIHE – Warga Pulau Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, masih merasakan trauma akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada Senin (8/6/2026) lalu.

Salah satu warga, Gabriel Sanggel, menceritakan detik-detik saat gempa besar terjadi.

Saat itu ia bersama keluarganya berada di dalam rumah ketika guncangan kuat menggoyang tanah dan bangunan.

Dalam wawancara dengan Tribun Manado, Kamis (11/6/2026), Gabriel mengatakan gempa terjadi sekitar pukul 19.30 Wita.

Guncangan yang sangat kuat membuat warga panik dan kesulitan bergerak.

"Waktu itu saya berada di dalam rumah. Ada warga yang sedang memberi makan ayam di luar rumah, tetapi saat gempa terjadi dia tidak bisa berjalan karena tanah bergoyang sangat kuat," ujar Gabriel.

Menurutnya, suasana saat itu sangat mencekam. Sang istri bahkan menangis karena ketakutan saat gempa terus berlangsung dan disusul gempa-gempa berikutnya.

"Istri saya sampai menangis. Saya hanya bisa menenangkan dia dan meminta untuk tetap sabar. Setelah itu gempa terus terjadi berulang kali," katanya.

GUNCANGAN - Gempa magnitudo 5,4 mengguncang Pulau Kawio, Sangihe, Kamis (11/6/2026), membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
SANGIHE - Warga Pulau Kawio, Sangihe siaga saat gempa magnitudo 5,4 mengguncang pada Kamis (11/6/2026) pagi. Mereka tampak keluar rumah untuk menyelamatkan diri. (Tribun Manado/Eduard Joanly Tahulending)

Gabriel mengungkapkan bahwa pada hari pertama setelah gempa utama, warga merasakan puluhan kali gempa susulan.

Hingga Kamis pagi, guncangan masih terasa di Pulau Kawio.

"Hari pertama itu mungkin sampai sekitar 20 kali gempa susulan. Sampai pagi tadi pun masih terasa dua kali gempa," ungkapnya.

Akibat kerusakan yang terjadi, banyak warga memilih mengungsi dan tidak berani kembali ke dalam rumah.

Mereka membutuhkan bantuan makanan dan perlengkapan dasar untuk bertahan selama masa tanggap darurat.

"Yang kami butuhkan sekarang terutama makanan, perlengkapan tidur seperti tikar, selimut, dan terpal. Banyak rumah yang sudah rusak sehingga warga tidak berani lagi tinggal di dalam rumah," ujarnya.

Meski demikian, Gabriel mengaku sangat bersyukur atas kedatangan Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, Wakil Bupati, serta jajaran Polres Kepulauan Sangihe yang datang langsung ke Pulau Kawio membawa bantuan bagi masyarakat terdampak.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, serta jajaran Polres yang hari ini datang langsung ke Kawio membawa bantuan untuk masyarakat. Kehadiran pemerintah di tengah kondisi seperti ini memberikan semangat dan harapan bagi kami," kata Gabriel.

Ia berharap bantuan yang telah disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga yang masih mengungsi dan mempercepat pemulihan pascabencana.

"Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa. Kami juga berharap pemerintah terus memperhatikan kondisi warga hingga keadaan benar-benar pulih," tuturnya.

Diketahui, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda melakukan kunjungan ke Pulau Kawio, Marore, dan Matutuang dengan membawa bantuan berupa sembako, tenda, material bangunan, serta obat-obatan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi.

Baca juga: Warga Pulau Komboleng Sambut Kedatangan Bupati Sangihe, Harapkan Bantuan Bagi Korban Gempa

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.