Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Pertamina resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter pada Rabu (10/6/2026) kemarin.
Imbas dari kenaikan harga Pertamax, sebagian pengguna transpirtasi pribadi memilih beralih menggunakan transportasi umum.
Hal itu terlihat dari ramainya para pekerja yang memilih menggunakan KRL Commuter Line di Stasiun Depok Baru pada Kamis (11/6/2026) pagi.
Baca juga: Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Warga Depok Khawatir Pertalite Langka
Pantuaan di lokasi pada pukul 07.00 WIB, para pekerja mulai berbondong-bondong mendatangi area stasiun.
Selain itu, tempat penitipan motor di sekitaran area Stasiun Depok Baru juga tampak penuh bahkan berdesak-desakan.
Seorang pekerja, Naufal Zhafran (35) mengaku kerap menggunakan KRL karena lebih hemat dan efisien.
Terlebih usai kenaikan harga Pertamax, KRL bagi Naufal menjadi pilihan ekonomis bagi para pekerja.
“Wah harga Pertamax emang lagi tinggi kan, jagi KRL pilihannya,” kata Naufal di lokasi.
Naufal enggak beralih menggunakan BMM subsidi Pertalite karena tidak sesuai dengan mesin motor miliknya.
“Motor saya PCX itu 160 cc, harusnya BBM Ron 92 sih,” ungkapnya.
Setiap hari, Naufal berangkat bekerja dari rumahnya di wilayah Pancoran Mas, Kota Depok menuju ke Sudirman, Jakarta Pusat.
Sebelum Pertamax mengalami kenaikan, ia kerap menggunakan sepeda motor menuju kantor.
Namun saat ini, Naufal menitipkan motornya tak jauh dari area stasiun dan melanjutkan menggunakan KRL.
“Kalau sekarang naik KRL, sekarang isi full tank bisa Rp130.000 buat 8 liter,” ungkapnya.
Pekerja lain, Hasanah (27) menilai, kenaikan harga Pertamax bisa mengubah kebiasaan masyarakat agar naik transportasi umum.
“Tapi harusnya sarana pra sarannya diperbaiki lagi,” kata pekerja di perusahaan swasta itu.
Hasanah berharap, pemerintah terus meningkatkan kualitas trasportasi umum di Indonesia. (m38)