TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Puluhan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan kawasan Alun-alun Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, bakal ditertibkan.
Mereka bakal direlokasi ke kawasan Asarama Polri yang rencananya akan diubah menjadi pusat kuliner atau food court.
Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan, penataan PKL di kawasan Alun-alun Batang bukan bertujuan menghilangkan mata pencaharian masyarakat.
Penertiban ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi alun-alun sebagai ruang publik yang nyaman, bersih, dan tertata.
Sementara, pedagang yang digusur tetap mendapat tempat baru.
Baca juga: Pemotor Tewas Tabrak Truk Parkir di Tepi Jalan Pantura Beji Batang, Diduga Mengantuk
Pemkab Batang telah menyiapkan kawasan Asrama Polri sebagai pusat kuliner.
Faiz mengatakan, penghuni asrama akan dipindahkan ke wilayah Gondang.
"Supaya alun-alun clear. Orang-orang bisa bermain di situ."
"Ini area publik, semua orang berhak di situ, bukan hanya orang yang berjualan," kata Faiz di Pemkab Batang, Kamis (11/6/2026).
Dia menilai, keberadaan PKL di area publik kerap memunculkan persoalan keadilan.
Sebab, ruang yang seharusnya dapat diakses seluruh masyarakat justru berpotensi dikuasai kelompok tertentu.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan fasilitas umum tidak dimanfaatkan secara eksklusif oleh pihak tertentu sehingga fungsi sosial ruang publik tetap terjaga.
Faiz menegaskan, penataan alun-alun, trotoar, dan jalur pedestrian merupakan bagian dari strategi pembangunan wajah Kota Batang yang lebih ramah bagi warga maupun wisatawan.
Baca juga: Diserbu Calon Murid Baru untuk Verifikasi Data, Panitia SPMB SMAN 1 Batang Batasi 100 Orang Per Hari
Lingkungan yang bersih dan tertib diyakini mampu meningkatkan daya tarik daerah sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif, perdagangan, dan pariwisata.
"Kalau lingkungan nyaman, orang akan datang ke Batang untuk berwisata, berbelanja, menikmati kuliner, dan aktivitas lain. Dari situ ekonomi bisa tumbuh," ucapnya.
Selain penataan fisik kota, Faiz juga menekankan pentingnya membangun budaya hidup bersih yang mencakup kebersihan lingkungan, pola pikir positif, serta integritas dalam kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan.
Dengan hadirnya pusat kuliner baru yang tengah disiapkan, Pemkab Batang berharap aktivitas perdagangan tetap berjalan, sementara fungsi Alun-alun Batang sebagai ruang terbuka publik dapat kembali optimal untuk digunakan masyarakat luas. (*)