SRIPOKU.COM - Hendri Susilo mantan pelatih kepala Sriwijaya FC yang dijuluki spesialisasi penyelamat babak playoff degradasi menyebut setidaknya ada tiga negara yang dijagokan di antara mulai meratanya kekuatan tim-tim Piala Dunia 2026.
"Ada beberapa, Brasil, Prancis, Belanda. Tapi maksudnya begini. Ini Piala Dunia semakin ke sini, kekuatan tim-tim ini kan merata. Asia, Eropa, Afrika itu kan rata-rata itu tingkat sepak bolanya itu sudah merata," ungkap Hendri Susilo yang sudah 2 kali membantu menyelamatkan Sriwijaya FC di babak playoff degradasi.
Meski kekuatan tim mulai merata, namun Hendri Susilo yang pernah menjadi asisten pelatih Sriwijaya FC (2014-2015) mendampingi head coach Almarhum Benny Dollo (Bendol) masih meyakini tim-tim besar bakal tetap menjadi yang difavoritkan.
"Tapi sejarah itu tidak mungkin terlupakan semacam tim-tim besar itu menurut saya itu masih favorit," kata pelatih kelahiran Bukittinggi (Sumatera Barat), 11 Desember 1964.
Hendri yang di tahun 2023 lalu menyelesaikan lisensi A Pro tercatat pernah berhasil membawa Persiraja Banda Aceh naik level ke Liga 1 musim 2020 menyebut seperti Brasil itu DNA juara dunia itu selalu ada sama dia.
"Tapi sepak bola itu semua bisa saja terjadi. Artinya kita belum bisa. Kita baru bisa lihat itu mungkin setelah babak penyisihan baru bisa ngukur. Kalau sekarang kan tidak bisa. Kita belum lihat. Kalau sudah lihat, baru bisa menganalisisnya," kata coach HS yang kini masih bersama tim Malut United.
Hendri Susilo dikenal sebagai striker papan atas di sejumlah klub era Galatama masih memfavoritkan , tim-tim besar, tim-tim yang notabene sudah favorit-favorit yang punya kans. Termasuk Argentina, Amerika Latin.
"Nanti di fase grup. Satu dua kali bertanding baru bisa kita analisis, baru bisa kita banding-bandingkan. Kita lihat Brasil mainnya seperti apa. Prancis, Belanda bagus banyak muda-muda. Kalau Brasil memang itu apalah punya kanslah," kata Hendri yang menjadi pelatih Timnas Indonesia U-17 Pra Piala Asia (2005-2007) dan pelatih tim PON DKI Jakarta pada tahun 2008.
Hendri Susilo sempat menjadi pelatih PSBS Biak menyebut Prancis sekarang banyak pemain-pemain yang usia-usia emaslah. "Belanda juga oke sekarang banyak renovasi, bagus-bagus menurut saya itu. Tidak bisa diremehkan Belanda itu sekarang," kata coach HS yang pernah menyelamatkan Semen Padang FC dari degradasi menggantikan Coach Weliansyah 2021 lalu.
Menurutnya semua itu memang terlihat di atas kertas. Namun seperti diketahui, sepak bola tidak bisa seperti itu. Banyak faktor, terutama keberuntungan. Kan seperti itu.
"Seperti Portugal juga oke. Kejutan bisa terjadi di Grup-grup Asia. Seperti Jepang, Korea sangat maju sekarang. Apalagi Jepang di laga uji coba sangat bagus sekali," ujarnya.
• Eks Penyerang Sayap Sumsel United Bayu Gatra Diminati Empat Klub
Tinggal lagi apakah dia bisa konsisten di Piala Dunia, nah itu tidak bisa ada garansi. Piala Dunia sekarang ramai negara pesertanya.
Menurutnya, pada Piala Dunia nanti pasti ada tren-tren sepak bola modern, taktikal-taktikal baru. Apa yang jadi trend di sepak bola Piala Dunia ini akan menjadi acuan bagi perkembangan sepak bola.
"Yang kita tunggu itu tren-tren sepak bola itu. Gaya-gaya sepak bola terbaru. Ada gaya terbaru tidak di tim-tim itu yang mereka lakukan? Semacam taktikal seperti apa. Kalau saya mulai dari situ," pungkasnya.