TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabupaten Klaten memang tidak pernah kehabisan kuliner tradisional yang mampu memanjakan lidah para penikmat makanan khas Jawa.
Dari sekian banyak jajanan legendaris yang masih bertahan hingga sekarang, Jenang Ayu menjadi salah satu yang wajib dicoba, terutama bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke Kota Bersinar.
Jajanan tradisional berbahan dasar tepung beras, santan, dan gula ini memiliki cita rasa manis yang khas serta tekstur lembut yang membuat siapa saja sulit berhenti menyantapnya.
Tak heran jika Jenang Ayu hingga kini masih menjadi salah satu oleh-oleh favorit yang banyak diburu masyarakat.
Selain cocok dinikmati sendiri di rumah, Jenang Ayu juga kerap dijadikan buah tangan untuk keluarga, kerabat, maupun sahabat tercinta.
Sensasi legit yang berpadu dengan aroma santan yang harum membuat jajanan ini memiliki tempat tersendiri di hati para pecinta kuliner tradisional.
Baca juga: 3 Perusahaan Giorgio Antonio Pacar Sarwendah yang Ngaku CEO, Jual Parfum Lokal, Ada yang Bangkrut
Menikmati sepotong Jenang Ayu di sore hari sambil ditemani secangkir kopi panas atau teh hangat menjadi pengalaman sederhana yang mampu menghadirkan suasana nostalgia.
Rasa manisnya yang pas dan teksturnya yang kenyal lembut membuat jajanan ini cocok disantap kapan saja, baik saat bersantai maupun berkumpul bersama keluarga.
Di Klaten, salah satu produsen Jenang Ayu yang sudah sangat dikenal masyarakat adalah Jenang Ayu Gito Roso.
Nama ini sudah lama menjadi rujukan bagi para pencinta kuliner tradisional yang ingin mencicipi Jenang Ayu dengan cita rasa autentik.
Toko yang melegenda tersebut berada di Dukuh Cetok, Desa Baturan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten.
Lokasinya memang berada di tengah perkampungan warga, namun justru hal itulah yang membuat suasana tradisionalnya semakin terasa.
Baca juga: Mengenang Olivia Dewi, Model Meninggal Kecelakaan Nissan Juke, Ternyata Kakak Aktor, Ziarah ke Makam
Keistimewaan Jenang Ayu Gito Roso tidak hanya terletak pada rasanya yang manis dan legit, tetapi juga pada proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara-cara tradisional.
Berdasarkan unggahan akun Instagram @gitoroso_jenangayu65 yang dikutip Kamis (11/6/2026), proses produksi jenang masih dilakukan setiap hari untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Dalam salah satu unggahan terlihat seorang nenek atau mbah tengah mengaduk adonan jenang menggunakan wadah berukuran besar.
Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa proses pembuatan Jenang Ayu di tempat ini masih mengandalkan keterampilan tangan dan pengalaman yang diwariskan secara turun-temurun.
Menariknya lagi, proses memasak jenang masih menggunakan kayu bakar sebagai sumber panas utama.
Cara tradisional ini diyakini mampu menghasilkan aroma dan cita rasa yang berbeda dibandingkan proses produksi modern.
Api dari kayu bakar yang stabil membuat adonan matang secara perlahan sehingga menghasilkan tekstur yang lebih lembut, kenyal, dan merata.
Aroma khas hasil pembakaran kayu juga memberikan sentuhan rasa tersendiri yang sulit ditemukan pada produk yang dimasak menggunakan kompor modern.
Soal harga, Jenang Ayu Gito Roso juga tergolong ramah di kantong.
Masih dikutip dari akun Instagram @gitoroso_jenangayu65, harga Jenang Ayu dibanderol Rp45 ribu per kilogram.
Dengan harga tersebut, pembeli sudah bisa membawa pulang jajanan tradisional yang dibuat menggunakan resep turun-temurun dan proses produksi yang masih sangat tradisional.
Bagi pecinta kuliner khas Jawa, Jenang Ayu Gito Roso bukan sekadar makanan ringan biasa. Jajanan ini menjadi simbol kekayaan kuliner Klaten yang tetap bertahan di tengah gempuran makanan modern.
Legitnya rasa, lembutnya tekstur, serta aroma khas hasil proses memasak menggunakan kayu bakar membuat Jenang Ayu Gito Roso layak masuk daftar kuliner yang wajib dicicipi saat berkunjung ke Klaten.
(Tribunnewsmaker.com/Candra)