RSUD dr Soedarso Pontianak Hadirkan Layanan Kedokteran Nuklir, Bisa Deteksi Kanker Hingga Parkinson!
Rivaldi Ade Musliadi June 11, 2026 04:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedarso Pontianak terus berkomitmen melakukan terobosan besar dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kalimantan Barat.

Kali ini, rumah sakit rujukan utama di Kalbar tersebut bersiap menghadirkan layanan canggih berupa Kedokteran Nuklir.

Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir RSUD dr Soedarso, dr. Miraz Hedi Kusumah, Sp.KN-TM, menjelaskan bahwa kedokteran nuklir merupakan salah satu cabang ilmu medis yang memanfaatkan radiasi dalam dosis yang aman dan telah disesuaikan dengan kebutuhan diagnostik maupun terapi pasien.

“Kedokteran nuklir sama seperti cabang ilmu kedokteran lainnya. Kami menggunakan radiasi dengan dosis yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan pasien dan pemeriksaan. Selain itu, obat dan sumber daya manusia (SDM) yang terlibat juga harus memenuhi standar ketat yang telah ditetapkan,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam Podcast Tribun Pontianak edisi Bingke Soedarso, Kamis 11 Juni 2026.

Menurut dr. Miraz, layanan kedokteran nuklir ini menggunakan metode Radiofarmaka, yaitu zat radioaktif yang dikombinasikan dengan obat tertentu untuk menargetkan organ spesifik yang akan diperiksa maupun diobati.

Ia pun meminta masyarakat Kalbar untuk tidak perlu khawatir atau takut dengan frasa 'zat radioaktif'. 

Sebab, dosis yang diberikan relatif sangat kecil dan akan berkurang serta hilang secara alami dari dalam tubuh pasien.

• Ragam Respon Warga Pontianak Kaget Massal soal Pertamax Tiba-tiba Naik Jadi Rp16.650/Liter

“Beberapa radiofarmaka memiliki waktu paruh tertentu. Misalnya dalam enam jam dosisnya sudah berkurang setengah. Selain itu, zat tersebut juga akan dikeluarkan secara alami melalui urin dan feses, sehingga sangat aman dan tidak perlu dikhawatirkan,” terangnya.

Mampu Deteksi Kanker, Jantung, Hingga Penyakit Parkinson

Lebih lanjut, dr. Miraz memaparkan bahwa kedokteran nuklir ini memiliki kemampuan luar biasa untuk mendeteksi berbagai jenis penyakit mematikan, baik kanker maupun non-kanker.

Pada kasus penyakit tiroid (gondok), layanan ini mampu membedakan secara akurat apakah kondisi benjolan bersifat jinak atau justru ganas (kanker). 

Selain itu, teknologi canggih ini juga sangat efektif untuk mendeteksi penyebaran sel kanker, termasuk kanker prostat yang telah bermetastasis (menyebar) ke jaringan tulang.

“Kami bisa melihat dengan jelas lokasi penyebaran kanker ke tulang, sekaligus menilai respons terapi yang sudah diberikan kepada pasien hingga ke tingkat mikroseluler,” jelasnya.

Tidak hanya urusan kanker, kedokteran nuklir juga menjadi solusi mutakhir dalam penanganan hipertiroid melalui tindakan ablasi radioaktif sebagai alternatif selain operasi. 

Hebatnya lagi, teknologi ini juga bisa digunakan untuk mengevaluasi fungsi ginjal, mendeteksi penyakit jantung iskemik, menyembuhkan sumbatan saluran air mata, hingga mendeteksi gangguan saraf otak seperti penyakit Parkinson.

Segera Datangkan Kamera SPECT Dua Bulan Lagi

Saat ini, layanan kedokteran nuklir di RSUD dr Soedarso memang masih terbatas pada sesi konsultasi dan pemeriksaan tertentu. 

Untuk tindakan terapi dosis tinggi yang belum tersedia di Kalbar, pasien untuk sementara waktu masih harus dirujuk ke rumah sakit di luar provinsi.

Namun, kabar baiknya, RSUD dr Soedarso dalam waktu dekat akan segera mendatangkan alat mutakhir bernama Kamera SPECT (Single Photon Emission Computed Tomography) yang direncanakan tiba dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

“Kami berharap kehadiran layanan kedokteran nuklir dan alat-alat canggih di RSUD dr Soedarso nantinya dapat memberikan akses layanan diagnostik dan terapi yang super lengkap bagi masyarakat Kalimantan Barat, sehingga ke depan tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah,” harapnya.

Terkait prosedur keamanan, dr. Miraz menegaskan tidak semua terapi nuklir mengharuskan pasien rawat inap. Pada terapi dosis rendah seperti hipertiroid, pasien bisa langsung pulang (rawat jalan).

Sedangkan untuk kasus berat seperti kanker tiroid stadium lanjut yang membutuhkan dosis tinggi, RSUD dr Soedarso telah menyiapkan ruang isolasi khusus hingga tingkat paparan radiasi pada tubuh pasien dinyatakan benar-benar aman untuk kembali ke masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.