SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi, mengungkapkan ketersediaan dokter gigi di puskesmas di wilayahnya masih minim. Namun, Dinas Kesehatan Bangka terus berupaya membuka lowongan serta mengajukan usulan formasi melalui jalur aparatur sipil negara (ASN).
Nora Sukma Dewi mengatakan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah rendahnya minat para pelamar untuk mengisi posisi dokter gigi di beberapa wilayah. "Kami sudah membuka lowongan, tapi sayangnya minatnya masih rendah. Di Bakam sendiri bahkan sempat tidak ada pelamar yang mendaftar saat dibuka lowongan," kata Nora Sukma Dewi, Rabu (10/6).
Ia menambahkan, kondisi ini cukup subjektif dan bergantung pada wilayahnya. Sebagai perbandingan, beberapa puskesmas di daerah lain seperti di Petaling dan Sungailiat tetap berhasil menarik minat pelamar lewat jalur BLUD.
Bahkan salah satunya berhasil mendapatkan tenaga ahli melalui dukungan anggaran khusus, terkait masalah kesejahteraan. Ia menilai besaran gaji bagi dokter umum maupun dokter gigi sudah relatif kompetitif dan dibedakan secara proporsional.
"Kalau untuk masalah gaji saya rasa relatif, ya. Karena ada perbedaan antara dokter umum dan dokter gigi. Jika tidak salah, take home pay mereka sudah di atas Rp5 juta dan itu belum termasuk jasa pelayanan lainnya," ujarnya.
Guna mengatasi keterbatasan ini dan memastikan pelayanan kesehatan masyarakat tidak terganggu, pihaknya saat ini terus melakukan berbagai upaya strategis. "Salah satunya dengan mengoptimalkan penugasan dan pembagian kerja bagi tenaga medis di puskesmas-puskesmas terdekat," ungkapnya. (v1)