Kesalahpahaman Berujung Kekerasan Brutal di Manggarai Barat NTT, 3 Anggota Brimob Ditikam Oknum TNI
Eri Ariyanto June 11, 2026 04:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Insiden berdarah yang melibatkan aparat keamanan terjadi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan menghebohkan masyarakat setempat.

Peristiwa tersebut diduga bermula dari kesalahpahaman yang berujung pada aksi kekerasan brutal antara anggota TNI dan personel Brimob.

Akibat kejadian itu, tiga anggota Brimob dilaporkan mengalami luka tusuk dan harus mendapatkan penanganan medis intensif.

Pelaku penikaman disebut merupakan seorang oknum anggota TNI yang terlibat dalam cekcok sebelum insiden berlangsung.

Ketegangan yang awalnya hanya berupa adu mulut diduga semakin memanas hingga berujung pada tindakan kekerasan menggunakan senjata tajam.

Korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh akibat serangan yang terjadi secara tiba-tiba.

Peristiwa tersebut langsung memicu perhatian pimpinan kedua institusi karena melibatkan sesama aparat negara.

Petugas gabungan bergerak cepat untuk mengamankan situasi dan mencegah konflik meluas di lokasi kejadian.

Sementara itu, pihak berwenang telah melakukan penyelidikan guna mengungkap kronologi lengkap serta penyebab pasti insiden tersebut.

Kasus ini pun menjadi sorotan publik dan menimbulkan keprihatinan, mengingat pentingnya soliditas antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan masyarakat.

Baca juga: Modus Dugaan Pelecehan di Semarang, Pria Ngaku Habib Pakai Ancaman Spiritual untuk Cabuli Santriwati

Seperti diketahui, tiga orang anggota Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), ditikam menggunakan senjata tajam oleh sejumlah anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (11/6/2026) dini hari.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT Komisaris Besar Polisi Hendry Novika Chandra membenarkan kejadian itu.

Hendry menyebut, tiga anggota yang mengalami luka tusuk kini dirawat di Rumah Sakit Siloam, Labuan Bajo.

“Tiga anggota Brimob yang luka yakni Bripda PR, Bripda FA, dan Bripda BBK,” kata Hendry, kepada Kompas.com, Senin siang.

Henry menjelaskan, insiden tersebut berawal ketika sejumlah personel Brimob mengikuti acara Misa syukuran pelantikan Anggota Brimob Bripda JGR yang berlokasi di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Rabu (10/6/2026) malam.

Awalnya acara berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan.

Namun, setelah kegiatan selesai dan memasuki Kamis dini hari, terjadi kesalahpahaman komunikasi yang kemudian memicu gesekan spontan antarbeberapa anggota di lapangan.

Tiga personel Brimob itu ditikam oleh sejumlah anggota TNI AD.

Menurutnya, personel yang berada di lokasi segera mengambil langkah cepat untuk melerai dan meredam situasi sehingga tidak berkembang lebih jauh.

Rumah pribadi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Jalan Saguling III, Pancoran, Jakarta Selatan dikepung pasukan Brimob bersenjata lengkap, Selasa (9/8/2022).
BRIMOB - Ilustrasi brimob. (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Selanjutnya, pimpinan Polres Manggarai Barat langsung mengarahkan seluruh personel kembali ke markas kompi secara tertib guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Hendry menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh personel yang mengalami luka mendapatkan penanganan medis terbaik.

"Saat ini beberapa personel sedang menjalani perawatan di RS Siloam Labuan Bajo. Arahan Bapak Kapolda dan Bapak Pangdam serta Bapak Danrem sangat jelas, yaitu memastikan seluruh personel yang terdampak mendapatkan perawatan maksimal hingga pulih sepenuhnya," ujarnya.

Di saat yang bersamaan, tim gabungan Propam dan POM AD melakukan pendalaman secara objektif untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa yang terjadi.

Langkah tersebut dilakukan agar seluruh proses berjalan transparan, profesional, dan berdasarkan fakta yang sebenarnya.

Ia menegaskan bahwa insiden tersebut tidak akan mengganggu hubungan baik dan sinergisitas yang selama ini telah terbangun kokoh antara TNI dan Polri di Nusa Tenggara Timur.

"Kapolda NTT dan Pangdam IX/Udayana serta Danrem memiliki komitmen yang sama bahwa kejadian ini merupakan kesalahpahaman yang bersifat spontan. Hubungan persaudaraan, kekompakan, dan sinergisitas TNI-Polri tetap terjaga dengan sangat baik. Kami terus berkoordinasi secara intensif untuk menyelesaikan persoalan ini secara bijaksana dan profesional," tegasnya.

Sementara itu, di tingkat daerah, Kapolres Manggarai Barat bersama Dandim 1612/Manggarai Barat terus melakukan pemantauan dan komunikasi aktif guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

Polda NTT juga mengimbau masyarakat, khususnya warga Kabupaten Manggarai Barat dan para wisatawan yang berada di Labuan Bajo, untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.