Harga Pertamax Naik Tajam, Warga Rejang Lebong Pilih Campur Pertamax dan Pertalite
Rita Lismini June 11, 2026 04:54 PM

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Memasuki hari kedua setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi, kondisi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Rejang Lebong masih terpantau normal.

Berdasarkan pantauan TribunBengkulu.com pada Kamis (11/6/2026), aktivitas pengisian BBM di sejumlah SPBU masih berjalan seperti biasa.

Tidak terlihat adanya antrean panjang kendaraan baik pada jalur pengisian Pertalite maupun Pertamax. 

Meskipun tidak padat, namun masih terlihat beberapa orang yang membeli BBM baik Pertamax maupun Pertalite. 

Berdasarkan informasi yang terpasang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), harga Pertamax naik dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.650 per liter.

 Sementara itu, Pertamax Green 95 naik dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter.

Namun untuk Pertamax Green 95 masih belum tersedia di Rejang Lebong. 

Pengawas SPBU 24.391.41, Yogi, mengatakan hingga hari kedua penerapan harga baru, jumlah konsumen yang melakukan pengisian BBM masih relatif stabil.

Menurutnya, belum ada perubahan signifikan terhadap volume pembelian maupun jumlah kendaraan yang datang ke SPBU.

"Masih stabil seperti biasa. Belum ada perubahan yang signifikan, termasuk pembelian Pertamax. Masih sama saja dan tidak ada antrean panjang,"ungkap Yogi kepada TribunBengkulu.com pada Kamis siang. 

Ia juga memastikan ketersediaan stok BBM di SPBU dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setiap hari.

Yogi membenarkan bahwa pada Rabu (10/6/2026) lalu, stok Pertalite sempat mengalami kekosongan sementara. Namun kondisi tersebut bukan disebabkan meningkatnya permintaan masyarakat, melainkan karena keterlambatan pasokan yang masih dalam perjalanan menuju SPBU.

"Pertalite memang sempat kosong kemarin karena stok masih dalam perjalanan. Sekarang sudah masuk dan distribusi kembali normal,"jelasnya.

Warga Mulai Menyesuaikan Pola Pembelian BBM

Meski aktivitas di SPBU masih normal, sejumlah pengguna kendaraan mengaku mulai melakukan penyesuaian setelah harga Pertamax mengalami kenaikan.

Razik (28), warga Talang Rimbo Baru, mengatakan selama ini dirinya terbiasa menggunakan Pertamax untuk kendaraan sehari-hari. Namun setelah harga naik, ia memilih mengurangi penggunaan Pertamax dengan cara mencampurnya dengan Pertalite.

Menurutnya, strategi tersebut dilakukan untuk menekan pengeluaran bahan bakar tanpa harus sepenuhnya meninggalkan penggunaan Pertamax.

"Saya biasanya pakai Pertamax. Sekarang karena harganya naik, saya isi setengah Pertamax dan setengah Pertalite. Lumayan terasa juga kenaikannya, apalagi saya hampir setiap hari berkeliling,"jelas Razik.

Sementara itu, warga lainnya di Curup Utara, Arif (25), mengaku belum merasakan dampak langsung dari kenaikan harga Pertamax karena selama ini menggunakan Pertalite.

Meski demikian, ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menyiapkan regulasi yang tepat agar perpindahan pengguna Pertamax ke Pertalite tidak menyebabkan gangguan pasokan di kemudian hari.

"Saya memang biasa pakai Pertalite, jadi belum terlalu terdampak. Tapi harapannya ada aturan yang jelas supaya pengguna Pertamax tidak beralih semua ke Pertalite. Kalau sampai banyak yang pindah, dikhawatirkan nanti bisa menyebabkan kelangkaan,"pungkas Arif.

Hingga Kamis siang, aktivitas pengisian BBM di sejumlah SPBU di Kabupaten Rejang Lebong masih berlangsung lancar. Ketersediaan stok BBM juga terpantau aman dan belum terlihat adanya peningkatan antrean kendaraan pasca kenaikan harga Pertamax.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.