Modernisasi Produksi, Batik Nasrullah Serdang Jaya Binaan PetroChina, Terapkan Ilmu dari Jogja
Suci Rahayu PK June 11, 2026 05:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Komitmen investasi sosial di sekitar wilayah operasi kembali mencatatkan keberhasilan nyata. Sejak tahun 2021, SKK Migas PetroChina International Jabung Ltd. telah mendampingi Batik Nasrullah, kelompok pengrajin batik lokal di Desa Serdang Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. 

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk "Batik Canting Mas", kolaborasi ini tidak hanya berhasil mendongkrak kesejahteraan ekonomi warga, tetapi juga menjadi pelopor industri fesyen yang ramah lingkungan di tingkat daerah.

Salah satu terobosan terbesar dari pendampingan ini adalah metode produksi menuju konsep berkelanjutan. Melalui pelatihan eco-print dan pemanfaatan pewarna alami, Batik Nasrullah kini mampu mengolah daun-daunan, kulit kayu, dan limbah perkebunan lokal di sekitar Betara menjadi pemikat warna di atas kain.

Langkah ini terbukti efektif menekan emisi limbah kimia sisa produksi sekaligus menjawab tingginya permintaan pasar global terhadap produk-produk sustainable fashion. Kain batik yang dihasilkan kini memiliki nilai keunikan yang tinggi, ramah di kulit, dan aman bagi ekosistem air di Desa Serdang Jaya.

Transformasi Batik Nasrullah didasarkan pada penguatan kapasitas SDM secara menyeluruh. PetroChina memfasilitasi rangkaian pembinaan dari hulu ke hilir, mulai dari pelatihan batik tingkat dasar, pelatihan teknik mewarnai, hingga program magang intensif selama seminggu di sebuah rumah batik terkemuka di Yogyakarta.

Di Kota Gudeg tersebut, para pengrajin Jambi belajar langsung dari para maestro mengenai efisiensi produksi, teknik pewarnaan modern, dan standar manajemen mutu.

Baca juga: Deklarasikan Sabuk Kamtibmas, Bupati: Perkuat Persatuan dan Stabilitas di Tanjab Barat

Baca juga: Prabowo Heran Apa Pun Langkah Presiden Selalu Dipersoalkan, Bandingkan dengan Jokowi: Aneh

Sekembalinya dari magang, ilmu tersebut langsung diterapkan menggunakan paket bantuan alat produksi dari PetroChina, yang meliputi kain katun premium, pewarna berkualitas, cap motif batik khas, dan lilin (malam) batik.

Peningkatan kualitas produk dan perluasan variasi motif ini berdampak langsung pada performa finansial kelompok. Produk Batik Nasrullah kini tidak hanya diminati oleh pasar lokal Jambi, tetapi juga mulai merambah pasar nasional melalui pameran-pameran strategis. Efisiensi teknik membatik cap yang dipadukan dengan eksklusivitas warna alami berhasil memotong biaya produksi sekaligus meningkatkan margin keuntungan secara signifikan, membawa peningkatan omset yang nyata bagi para anggotanya.

Keberhasilan program pemberdayaan ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Perwakilan Manajemen PetroChina International Jabung Ltd. menegaskan bahwa kemandirian ekonomi masyarakat adalah indikator utama keberhasilan program CSR perusahaan.

Melalui konsistensi program Batik Canting Mas, Batik Nasrullah kini bertransformasi dari sekadar usaha rumahan menjadi pilar ekonomi kreatif yang tangguh, hijau, dan menginspirasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Masyarakat menyambut baik kehadiran perajin batik di Desa Serdang Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Selain menjadi sarana pelestarian budaya lokal, keberadaan usaha batik Nasrullah tersebut juga dinilai memudahkan warga dalam memperoleh berbagai kebutuhan batik tanpa harus pergi ke luar daerah.

Salah seorang warga Desa Serdang Jaya, Rahma, mengatakan masyarakat kini tidak lagi kesulitan mencari batik untuk berbagai kegiatan dan acara. Sebelumnya, warga yang membutuhkan batik umumnya harus pergi ke Kuala Tungkal untuk membeli atau memesan produk yang diinginkan.

Menurutnya, kondisi tersebut tentu membutuhkan waktu dan biaya tambahan, terutama bagi masyarakat yang tinggal cukup jauh dari pusat kota Kuala Tungkal. Namun, sejak adanya perajin batik di desa mereka, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan lebih mudah dan cepat.

“Kami ibu-ibu yasinan merasa sangat terbantu dengan adanya pengrajin batik di desa ini. Jadi tidak perlu lagi jauh-jauh ke Kuala Tungkal untuk mencari atau memesan batik,” ujar Rahma saat ditemui Kamis (4/6/2026).

Baca juga: Bansos Tunai Rp5,4 Juta Jadi Harapan Baru KPM, Tak Lagi Dibagikan dalam Bentuk Barang

Ia menuturkan, keberadaan perajin batik memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Selain memudahkan akses terhadap produk batik, warga juga memiliki lebih banyak pilihan motif dan desain yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelompok maupun kegiatan tertentu.

Rahma menyebut kelompok yasinan yang diikutinya beberapa kali memanfaatkan jasa perajin batik lokal untuk memenuhi kebutuhan seragam anggota. Dengan adanya pengrajin di desa sendiri, proses pemesanan menjadi lebih mudah karena warga dapat berkomunikasi langsung mengenai motif, warna, maupun jumlah pesanan yang dibutuhkan.

“Kalau ada kebutuhan untuk kelompok atau kegiatan tertentu, kami bisa langsung datang dan berdiskusi dengan perajinnya. Itu tentu lebih praktis,” katanya.

Selain memberikan kemudahan bagi konsumen, usaha batik di Desa Serdang Jaya juga dinilai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran perajin lokal membuka peluang usaha baru sekaligus membantu memperkenalkan produk kerajinan khas daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Rahma berharap usaha batik yang berkembang di desanya dapat terus bertahan dan semakin maju. 

Ia juga berharap semakin banyak masyarakat yang mendukung produk lokal agar keberadaan perajin batik dapat terus memberikan manfaat, baik dari sisi ekonomi maupun pelestarian budaya daerah di Kecamatan Betara dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat secara umum. (Tribunjambi.com/Sopianto/adv)

 

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: Deklarasikan Sabuk Kamtibmas, Bupati: Perkuat Persatuan dan Stabilitas di Tanjab Barat

Baca juga: Korupsi Pupuk Subsidi di Sarolangun, Pemilik Toko Dhiya Tani Divonis 3,5 Tahun Penjara

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.