15 Tahun Menunggu, Jemaah Haji Asal Maros Pulang dari Tanah Suci Bawa Unta untuk Cucu
Alfian June 11, 2026 06:07 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Ratusan ratusan jemaah haji asal Kabupaten Maros akhirnya tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Kamis (11/6/2026).

387 jemaah tersebut disambut langsung Bupati Maros Chaidir Syam, Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur, serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros Ahmad Ihyadin.

Sejumlah jemaah perempuan tampak mengenakan pakaian berwarna cerah dengan hiasan yang mencolok atau yang dikenal masyarakat sebagai busana “bling-bling” khas kepulangan haji.

Sementara jemaah laki-laki terlihat mengenakan jubah dan serban yang masih dipakai sejak perjalanan pulang dari Arab Saudi.

Tak sedikit pula yang membawa berbagai oleh-oleh khas Tanah Suci, mulai dari tas, pakaian, air zamzam hingga boneka unta.

Salah seorang jemaah asal Kecamatan Tanralili, Hasna, mengaku sengaja merapikan penampilannya saat masih berada di dalam pesawat sebelum mendarat di Makassar.

“Iya, dandannya tadi di atas pesawat. Tapi bajunya memang sudah dipakai dari Makkah,” kata Hasna dengan senyum sumringah.

Perempuan yang berprofesi sebagai petani itu mengaku lega setelah akhirnya bisa menunaikan ibadah haji yang telah lama diimpikannya.

Baca juga: Kloter 13 Debarkasi Makassar Tiba, Satu Jamaah Haji Maluku Utara Wafat di Tanah Suci

Ia mengatakan harus menunggu sekitar 15 tahun sejak mendaftar hingga mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci.

Selama masa tunggu tersebut, biaya haji dikumpulkannya sedikit demi sedikit dari hasil bertani.

“Menunggu sekitar 15 tahun. Saya menabung dari hasil bertani,” ujarnya.

Hasna mengaku tak kuasa menahan rasa bahagia saat pesawat yang ditumpanginya mendarat di Indonesia.

Ia mengatakan, seluruh rangkaian ibadah haji berjalan lancar dan menjadi pengalaman spiritual yang tak akan dilupakan.

“Perasaannya lega dan bahagia. Alhamdulillah bisa beribadah di Tanah Suci dan kembali dengan selamat,” katanya.

Selain membawa kenangan, Hasna juga membawa sejumlah oleh-oleh untuk keluarga dan tetangganya di kampung halaman.

“Banyak oleh-oleh, ada pakaian, dompet, gelang, termasuk boneka unta untuk cucu,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Maros Chaidir Syam yang menyambut langsung kedatangan jemaah mengatakan seluruh anggota Kloter 14 berhasil kembali ke tanah air dalam keadaan selamat.

Kloter tersebut merupakan kloter utuh yang seluruh jemaahnya berasal dari Kabupaten Maros.

“Alhamdulillah semuanya utuh dan kembali dengan selamat,” kata Chaidir.

Ia menjelaskan jumlah jemaah dalam Kloter 14 sebanyak 387 orang, terdiri dari 127 laki-laki dan 260 perempuan.

Baca juga: Kloter 12 Sulbar Tiba Subuh Hari Dengan Jumlah Utuh di Asrama Haji Sudiang

Menurut Chaidir, kondisi kesehatan para jemaah secara umum cukup baik meski beberapa di antaranya membutuhkan bantuan kursi roda saat turun dari pesawat.

“Ada beberapa yang menggunakan kursi roda, mungkin sekitar lima sampai tujuh orang karena faktor usia dan kelelahan setelah perjalanan panjang,” ujarnya.

Chaidir juga mengungkapkan seorang jemaah sempat mengalami stroke saat berada di Jeddah.

Namun kondisi jemaah tersebut kini berangsur membaik dan langsung mendapatkan penanganan setibanya di Indonesia.

Usai tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, seluruh jemaah kemudian diberangkatkan menuju Asrama Haji Sudiang untuk mengikuti prosesi penerimaan dan serah terima resmi.

“Setelah dari sini seluruh jemaah dibawa ke Asrama Haji untuk proses penerimaan dan penyerahan kepada Pemerintah Kabupaten Maros,” tutupnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.