Baca juga: 95 Kasus Rabies Akibat Gigitan Anjing Liar Ditemukan di PALI
SRIPOKU.COM, PRABUMULIH – Merespons cepat insiden tragis seorang balita di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan yang digigit anjing liar baru-baru ini, Pemerintah Kota Prabumulih langsung mengambil langkah taktis di lapangan.
Melalui Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Prabumulih, petugas diterjunkan langsung guna menggelar aksi jemput bola berupa vaksinasi rabies massal dari rumah ke rumah (door to door), Kamis (11/6/2026).
Langkah darurat ini diambil sebagai upaya memutus mata rantai dan mencegah potensi penyebaran virus rabies (penyakit anjing gila) yang dapat berakibat fatal bagi keselamatan manusia maupun hewan peliharaan lainnya.
Menariknya, sasaran pengetatan ini tidak hanya menyasar pada hewan peliharaan jenis anjing saja.
Petugas di lapangan turut menyisir dan menyuntik jenis Hewan Penular Rabies (HPR) lainnya yang dipelihara warga, seperti kucing, monyet, musang, tupai, hingga sugar glider.
Kepala Dinas Pertanian Kota Prabumulih, Alpian, S.P., melalui Kepala Bidang Peternakan, Ayu Dwi Emma Nopita, S.P., M.Si., menegaskan bahwa program sterilisasi penularan rabies ini akan terus digulirkan secara rutin dan berkala di berbagai zona wilayah Kota Prabumulih.
"Vaksinasi rabies massal ini akan rutin kami laksanakan secara berkelanjutan. Tim medis dan petugas peternakan akan melakukan road show langsung ketukan pintu rumah-rumah warga untuk menyuntikkan vaksin kepada hewan peliharaan yang masuk kategori rentan terhadap virus rabies," ujar Ayu kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).
Ayu menjelaskan, penunjukan Kelurahan Sukajadi sebagai lokasi perdana peluncuran program ini dikarenakan statusnya yang masuk dalam zona merah kedaruratan, menyusul adanya laporan serangan anjing liar terhadap anak di bawah lima tahun (balita) di kawasan tersebut.
Setelah Sukajadi steril, barulah operasi bergeser ke kelurahan-kelurahan lain.
"Ini bentuk keseriusan pemerintah. Melalui program vaksinasi keliling ini, kami melakukan langkah preventif (pencegahan) sejak dini. Sebab, vaksinasi merupakan satu-satunya benteng paling efektif untuk menghentikan mutasi virus rabies," jelasnya.
Ia juga mengimbau dengan sangat agar masyarakat tidak lagi menyepelekan kesehatan hewan peliharaan mereka dan tidak perlu menunggu sampai ada jatuhnya korban, baru berniat melakukan vaksinasi.
"Kami berharap kesadaran kolektif masyarakat meningkat. Jangan tunggu ada kasus gigitan baru sibuk mencari vaksin," pintanya.
Terkait ketersediaan logistik medis, alumni Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang ini memastikan bahwa persediaan dosis vaksin rabies yang dimiliki Dinas Pertanian Prabumulih saat ini dalam kondisi sangat aman dan melimpah.
"Alhamdulillah, stok vaksin yang ada di gudang farmasi kami masih sangat cukup untuk mengover program ini hingga akhir tahun nanti. Jumlah stok saat ini masih bisa dialokasikan untuk menyuntik sekitar 500 ekor hewan peliharaan," tuturnya menenangkan warga.
Selain mengandalkan tim keliling, Dinas Pertanian juga mengoptimalkan operasional Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesehatan Hewan (Keswan) yang berlokasi di Jalan Tower, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur.
Fasilitas klinik hewan milik Pemkot ini membuka pelayanan gratis setiap hari kerja untuk pemeriksaan kesehatan, konsultasi, pengobatan, hingga penyuntikan vaksin bagi hewan peliharaan masyarakat luas.
Di akhir wawancara, Ayu meminta masyarakat untuk peka dan segera melaporkan ke petugas jika mendapati hewan dengan ciri-ciri klinis suspect rabies.
"Jika melihat hewan yang mendadak agresif tanpa sebab, mengeluarkan air liur berlebihan, takut terhadap cahaya matahari, atau berubah perilaku secara ekstrem, segera laporkan ke kami agar bisa langsung dievakuasi oleh tim Keswan," pungkasnya.
Baca juga: Teror Anjing Liar Menghantui Warga Tanah Abang PALI, Korban Gigitan Bertambah, Vaksin Rabies Habis