Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang mencatat adanya tren peningkatan temuan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) baru dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data akumulasi dari seluruh fasilitas kesehatan yang melakukan deteksi dini, penemuan kasus baru ini didominasi oleh populasi kunci dengan karakteristik tertentu yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Karawang, Yayuk Sri Rahayu, membeberkan fluktuasi angka penemuan kasus tersebut secara mendetail.
Tercatat pada tahun 2024 ditemukan sebanyak 886 kasus HIV baru, disusul 757 kasus pada tahun 2025, dan pada tahun 2026 ini per bulan April, angka penemuan sudah menyentuh 233 kasus baru.
"Kasus baru HIV yang ditemukan laporan dari semua puskesmas dan rumah sakit yang melakukan deteksi dini, melakukan testing, ya," kata Yayuk pada Kamis (11/6/2026).
Dari seluruh temuan kasus baru tersebut, Dinkes Karawang mengidentifikasi bahwa kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL) menjadi kelompok dengan karakteristik penyumbang angka tertinggi. Pada tahun 2023 terdapat 131 kasus LSL, melonjak menjadi 272 kasus di tahun 2024, sedikit menurun ke angka 250 kasus di tahun 2025, dan per April 2026 ini sudah tercatat sebanyak 86 kasus baru dari kelompok LSL.
Selain kelompok LSL, penularan juga ditemukan pada kelompok rentan lainnya, seperti pasien TBC, penderita Diabetes Melitus (DM), warga binaan lapas, pekerja seksual, waria, hingga ibu hamil dan anak-anak.
Dari segi kategori usia, infeksi HIV di Karawang paling mendominasi pada kelompok usia produktif, yakni rentang usia 25 hingga 49 tahun, disusul peringkat kedua pada rentang usia 20 hingga 24 tahun.
Guna menekan angka penyebaran yang meluas, Dinkes Karawang terus menggenjot cakupan deteksi dini di lapangan. Pada tahun 2026, target pemeriksaan menyasar 54.240 orang, di mana per April telah terealisasi sebesar 28,8 persen, sementara target tahun sebelumnya sebesar 53.740 orang berhasil terealisasi dengan sangat tinggi mencapai 99,1 persen berkat keaktifan petugas medis.
"Dan kami penemuannya itu lumayan banyak. Tahun kemarin itu hampir 99 persen itu sasarannya sudah dilakukan deteksi," tutur Yayuk.
Bagi warga yang terkonfirmasi positif, Yayuk menegaskan bahwa seluruh puskesmas di Karawang serta tiga rumah sakit rujukan termasuk RS swasta Citra Sari Jaya (CSJ) telah siap melayani pengobatan secara penuh.
Penanganan difokuskan pada kewajiban pasien mengonsumsi obat secara rutin, serta menjalani pemeriksaan viral load setiap enam bulan sekali demi menekan jumlah virus dan meningkatkan harapan hidup pasien agar tetap produktif.
Di samping pengobatan, upaya hulu yang paling gencar dilakukan Dinkes Karawang saat ini adalah edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan perilaku menyimpang sejak dini kepada anak-anak.
Semua langkah intervensi ini bermuara pada satu target besar yang diadopsi oleh Pemerintah Kabupaten Karawang, yaitu pencapaian status Three Zero.
"Kami dengan upaya tersebut, kami punya tujuan, tujuan itu yang namanya Three Zero. Three Zero itu yang pertama adalah tidak ada infeksi HIV baru, kedua tidak ada kematian baru karena HIV, dan ketiga tidak ada stigma atau diskriminasi," tandas Yayuk. (MAZ)